Sabtu, 14 Desember 2019
Advertorial

Kerajinan Asli Purwakarta Ini Memikat Dunia

- 10 November 2019, 23:36 WIB
DOK. SHUTTERSTOCK

BERNILAI seni tinggi menjadi daya tarik dari kerajinan asli Purwakarta ini. Bahkan tidak sedikit dari kerajinan ini sudah dipasarkan hingga ke luar negeri sebagai souvenir khas daerah Purwakarta. 

Purwakarta memiliki kerajinan buah tangan yang mampu mendongkrak perekonomian daerah setempat melalui kreativitas warganya. Nah, berikut 3 kerajinan tangan Purwakata yang laku keras di pasaran.

Keramik Plered

Sentra gerabah di Purwakarta terletak di kawasan Kecamatan Plered, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Anjun-Plered. Produk yang dijajakan di antaranya guci, vas bunga, kendi, dan lain sebagainya. Dengan bahan baku tanah liat, masyarakat Plered meraup untung yang menjanjikan. Kepopuleran keramik Plered bahkan sudah mendunia, lho. Tidak heran, permintaan pasar dari Korea adalah langganan pot bunga.

Miniatur Perahu

Sungai Citarum menjadi saksi sejarah souvenir populer kedua di Purwakarta, yaitu miniatur perahu. Sebab, di Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, yang letaknya tepat di bantaran Sungai Citarum, sempat berjaya dalam pembuatan perahu tradisional yang punya kualitas tinggi. Oleh sebab itu, kini aneka bentuk miniatur perahu ditawarkan kepada wisatawan lokal maupun asing sebagai oleh-oleh khas Purwakarta.
Bermodalkan limbah kayu dan peralatan seadanya, miniatur perahu ini dibuat mulai dari jenis perahu rakyat, perahu kerajaan, kapal perang, perahu khas Indonesia hingga kapal Marcopolo. Kabarnya, memang yang paling mahal itu ditambahkan aksen pigura kaca yang membuat miniatur terkesan mewah. Pemasarannya pun sudah tembus ekspor luar negeri.

Kerajinan Bambu

Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, daerah yang identik akan kerajinan bambunya diborong wisatawan. Kabarnya, bambu wulung (hitam) disulap menjadi celengan dan gelas multifungsi, yakni sebagai tempat minum atau tempat pensil. Selain itu, juga menawarkan cendera mata seperti jam tangan, lampu, mainan anak, yang semuanya berbahan dasar bambu. Para pengrajin bambu di desa tersebut memang memanfaatkan keberadaan bambu sebagai bahan dasar karena pengadaannya yang terbilang cukup mudah.***



Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

X