Advertorial

Menabung Bukan Soal Berapa Sisa Uang per Bulan

- 28 Oktober 2019, 14:15 WIB
ISTIMEWA.*/DOK. KREDIVO

PERNAH berada di situasi seperti ini? Kewalahan menghadapi keuangan di akhir bulan, sampai-sampai mencari berbagai macam cara untuk mendapatkan dana cepat agar kebutuhan terpenuhi sampai gajian berikutnya, padahal bila punya tabungan atau uang simpanan, tidak perlu lagi kesusahan di akhir bulan.

Bila pernah merasakan situasi seperti di atas, berarti orang itu belum merdeka secara finansial. Apa itu merdeka secara finansial? Sederhananya, kebebasan finansial merupakan kondisi di mana seseorang sudah memiliki simpanan uang yang aman untuk menanggung segala kebutuhan dan juga gaya hidup. Bebas secara finansial bukan berarti kaya raya atau soal penghasilan yang besar, tetapi soal menggabungkan kontrol diri serta manajemen keuangan yang baik, dan hasilnya adalah hidup berkecukupan, layak, tidak terlilit utang, dan tidak mengejar kemewahan berlebihan.

Oleh karena itu, demi mendapatkan kebebasan finansial, memiliki tabungan atau investasi untuk kehidupan lebih baik di masa yang akan datang itu sangatlah penting. Mari kita simak beberapa tips agar keuangan kita lebih sehat dan mempunyai tabungan untuk masa depan berikut ini.

Ubah Mindset dan Komitmen Pada Diri Sendiri

Kesadaran diri sangat diperlukan ketika baru mulai menabung, jangan sampai menabung hanya sebatas menyisihkan uang sisa gajian saja, padahal bila ditekuni, kegiatan positif ini bisa membuat impact yang sangat bagus dalam kehidupan.

Menabung memang sebuah proses panjang dan berkelanjutan, tetapi tak perlu terlalu memaksakan diri dan menghentikan semua hal yang disukai demi menabung. Ketahui porsi yang pas merupakan langkah yang tepat untuk memulai. Berikan kelonggaran juga pada diri sendiri. Namun, terus berkomitmen untuk terus menabung harus tertanam di dalam diri sendiri.

loading...

Jangan Menunggu, Menabunglah di Awal

Kalau hanya menunggu sisa berapa gaji, tabungan akan susah menggemuk. Iya kalau ada sisanya, kalau ternyata tidak ada, berarti tidak akan pernah punya tabungan, toh? Menabung bukan lagi soal sisa melainkan soal disiplin dan juga komitmen diri. Tidak perlu tunggu sampai punya gaji besar untuk bisa menabung. Asalkan komitmennya kuat dan bisa menghemat salah satu alokasi pengeluaran untuk ditabung, misal: biaya nongkrong di akhir pekan, yang seharusnya Rp750.000 per bulan, dipangkas jadi Rp500.000 dan Rp250.000-nya ditabung. 

Upayakan untuk selalu menabung di awal setiap bulannya sehabis menerima gaji. Saat membuat anggaran keuangan, atau bisa juga menggunakan formula ideal 50/30/20 atau 50/30/10/10 yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. 50% untuk kebutuhan primer sehari-hari, 30% untuk kebutuhan hiburan dan cicilan, 20% untuk kebutuhan investasi atau tabungan. Sisihkan uang tersebut sesuai persentase yang sudah dianggarkan. Jangan menunda atau menyepelekan salah satunya. Sebab, selain untuk kebutuhan di masa depan, tabungan juga bisa bermanfaat banyak dalam kondisi darurat. Daripada pinjam sana sini, lebih baik andalkan uang tabungan sendiri.

Tentukan Target Tabungan

Keinginan untuk menabung tanpa tahu untuk apa tujuan menabung, bisa membuat seseorang gagal meneruskan tabungannya di tengah jalan, alhasil berhenti menabung dan kembali pada pola hidup yang konsumtif. Selalu ingat kalau menabung itu mudah diucapkan, tapi tak semudah saat melakukan. Untuk membuat sebuah perubahan besar, maka seseorang harus menentukan target dari mulai hal yang kecil.

Misalnya, ingin menikah dalam waktu 2 tahun ke depan, maka tentukanlah target-target kecil agar tujuan besar bisa terwujud. Contoh, tentukan berapa bujet ideal pernikahan dan targetkan selama 6 bulan sudah terkumpul 25%, sehingga dalam 2 tahun ke depan bujet pernikahan sudah mencapai target 100%.

Halaman:

Editor: Rahmad Maulana


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X