Senin, 9 Desember 2019
Advertorial

Komitmen Pemprov Jabar-Unpad untuk Bangun Pusat Studi Jawa Barat

- 7 Oktober 2019, 16:28 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri pelantikan Rektor Unpad Periode 2019-2024 Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE, yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Kota Bandung, Senin 7 Oktober 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) berencana membangun Pusat Studi Jawa Barat. Nantinya, semua permasalahan di Jabar akan dikaji di pusat studi tersebut.

Demikian dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menghadiri pelantikan Rektor Unpad Periode 2019-2024 Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., MSIE, yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Kota Bandung, Senin 7 Oktober 2019.

“Saya minta agar kerja sama dengan Jawa Barat itu lebih terstruktur. Nanti di rektor baru kita bikin Center for West Java Studies (Pusat Studi Jawa Barat),” kata Emil — sapaan akrab Ridwan Kamil.

“Jadi, semua riset, problemnya Jawa Barat itu dititipkan ke fakultas-fakultas. Tapi, nanti pintunya satu, jangan semua fakultas di ketok pintu, pokoknya pintunya pusat studi Jawa Barat itu,” lanjutnya.

Dengan adanya pusat studi ini, diharapkan para ilmuwan bisa menjadikan Jawa Barat sebagai objek penelitian. Pembangunan pusat studi ini pun menjadi salah satu program kerja 100 hari Rektor Unpad yang baru.

“Sehingga, mereka-mereka yang di bidang digital, pertanian, menggunakan Jawa Barat sebagai objek penelitian. Nanti riset dan hasilnya ngumpulnya di situ (Pusat Studi Jawa Barat),” kata Emil.

“Pokoknya (pembangunan Pusat Studi Jawa Barat) janji 100 harinya Bu Rina (Rektor Unpad baru), tolong ditagih,” imbuhnya.

Sementara terkait pembangunan rumah sakit pendidikan di Jatinangor, Emil mengaku bahwa pihaknya sedang mendiskusikan hal tersebut dengan Pemerintah Pusat.

“Sedang kita diskusikan, agar (Rumah Sakit) Hasan Sadikin itu pindahnya ke Jatinangor, tapi masih wacana. Diskusi dengan Pemerintah Pusat --kan lahannya terbatas yang Hasan Sadikin, sehingga kalau Jatinangor masih luas,” ucapnya.


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

X