Senin, 24 Februari 2020
Advertorial

Dukung Inovasi Transportasi Publik, Gubernur Jabar Beri 17 Penghargaan di Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi Tahun 2019

- 19 September 2019, 16:26 WIB
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri upacara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis 19 September 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BEKASI, (PR).- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, sekira 60 persen kawasan industri nasional berada di Jabar. Hal itu menunjukkan adanya kenyamanan dan kualitas fasilitas infrastruktur perhubungan yang melancarkan bisnis dan investasi.

"Di mana ada kelancaran transportasi, di situlah ada kelancaran pembangunan," kata Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil-- saat menghadiri upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis 19 September 2019.

Pun guna melancarkan transportasi, Emil berujar Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar akan merevitalisasi 45 ruas jalan tol, enam jalur kereta api, Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, kereta api cepat, dan pengembangan bandara di Pangandaran dan Sukabumi. 

Terdapat pula rencana untuk membangun jalan paralel bagi kendaraan besar antar kabupaten/kota demi keselamatan dalam berkendara. Selain itu, Emil juga mendorong adanya budaya naik transportasi massal/publik.

"Itu adalah investasi inovasi yang sedang kami kembangkan, tapi yang terpenting juga kita harus memotivasi warga itu naik kendaraan transportasi publik," tambah Emil.

Urgensi naik transportasi publik menguat seiring percepatan pertumbuhan ekonomi hingga 5,8 persen yang membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan.

Merujuk teori tata ruang kota dan wilayah, Emil mengatakan bahwa pergerakan dengan kendaraan pribadi akan menjadi beban masalah. Sehingga meski jalan dilebarkan, tidak dipungkiri macet akan kembali terjadi.

Emil pun berujar, negara maju memiliki persentase naik transportasi publik mencapai 70 persen, dengan 30 persen sisanya menggunakan kendaraan pribadi. "Namun di Indonesia masih terbalik, mayoritas masih kendaraan pribadi. Minoritas menggunakan transportasi publik" kata Emil. 

"Mari kita dukung inovasi-inovasi yang sifatnya adalah transportasi publik," tegasnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X