Senin, 24 Februari 2020
Advertorial

Tingkatkan Produk dan Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan Lewat Jabar Go To East

- 3 September 2019, 08:10 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) dalam peningkatan produk dan produktivitas perikanan, serta kesejahteraan pelaku usaha perikanan Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin 2 September 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) dalam peningkatan produk dan produktivitas perikanan, serta kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Jabar.

Kerja sama ini sebagai bentuk realisasi program "Jabar Go To East" yang digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Emil –sapaan Ridwan Kamil-- bersama Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus, M Yana Aditya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin 2 September 2019.

Emil mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah maju Nantinya, hasil tangkapan ikan dari para nelayan Jabar akan dibeli oleh Perinus dengan harga yang sangat memadai.

“Kami bermitra dengan PT Perikanan Nusantara (BUMN) untuk menjadi off-taker, hasil-hasil nelayan Jawa barat supaya tidak kebingungan (menjual ikan hasil tangkapan) dan mendapatkan harga yang layak,” kata Emil.

“Kemudian yang kedua, teknologinya terutama cold storage, untuk menahan kualitas kesegaran ikan dalam jangka lama, juga kami akan perbanyak dengan standar yang sudah dimiliki,” tambahnya.

Emil menyebut kerja sama dengan Perinus merupakan upaya konkret lainnya melalui program “Jabar Go To East”, selain kerja sama penangkapan ikan bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara di daerah timur Indonesia. Melalui program ini, untuk tahap awal akan dikirim empat sampai lima kapal nelayan asal Indramayu ke Maluku Utara, dengan ukuran kapal 30GT. Diharapkan upaya ini bisa memberikan peningkatan kesejahteraan bersama para nelayan di Maluku Utara dan nelayan di Jabar sebagai mitra.

“Menariknya dengan kerja sama ini hasil tangkapan ikannya tidak usah balik lagi ke Jawa Barat untuk dijual karena perjalanannya jauh dan panjang. Tapi, nanti oleh sistem Perikanan Nusantara dibeli di lokasi yang berdekatan dengan Maluku Utara, karena punya tempat di Pulau Bacan dan bisa langsung diekspor, seperti ke Jepang,” ucapnya.   

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati antara Pemdaprov Jabar dengan PT Perikanan Nusantara (Persero), antara lain: 1) Pemetaan dan survey wilayah strategis penangkapan ikan, 2) Bimbingan teknis dan peningkatan kapasitas kewirausahaan nelayan mitra, 3) Penyediaan program pelatihan dan perlindungan tenaga kerja di bidang kelautan dan perikanan, 4) Fasilitasi akses modal kerja untuk nelayan; 5) Upaya pencapaian target pendapatan serta pengembangan usaha, dan 6) Kegiatan lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Kerja sama ini merupakan upaya optimalisasi pengelolaan sektor kelautan dan perikanan di Jabar. Hal itu sesuai dengan visi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat 2018-2023, yaitu Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi. Salah satu sasaran misinya adalah Nelayan Juara melalui dukungan dari berbagai pihak, di antaranya dunia usaha.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X