Minggu, 15 Desember 2019
Advertorial

Mengembangkan Teknologi Kemaritiman, Menuju Satu Juta Nelayan Berdaulat

- 20 Juli 2019, 21:37 WIB
WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Pelepasan Nelayan Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 20 Juli 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

SUKABUMI, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Pelepasan Nelayan Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 20 Juli 2019.

Program tersebut diluncurkan guna memaksimalkan potensi kekayaan laut Indonesia. Pada 2019, Program Satu Juta Nelayan Berdaulat menargetkan 300 Kabupaten/Kota yang berada di pesisir Indonesia dengan jumlah peserta minimal 300 ribu.

Lewat program tersebut, Luhut optimistis nelayan Indonesia, khususnya Jawa Barat, mulai melek digital. Salah satu buktinya adalah TPI Online yang sudah beroperasi di Sukabumi. Dia pun mengatakan, para nelayan bisa mengakses internet saat berlayar sejauh 60 kilometer dari pesisir.

"Nanti dari tengah laut sudah bisa transaksi. Nelayan bisa mulai menjual ikannya ataupun kebutuhan. Nanti ter-sinkronisasi lewat Fish Mart," ucapnya.

Luhut juga menyatakan, pihaknya tengah meningkatkan potensi laut Indonesia. Apalagi, saat ini, baru 7,5 persen kekayaan laut yang dapat dikelola. Padahal, Indonesia memiliki potensi di sektor maritim sebesar 1,3 triliun dollar AS per tahun.

Situasi tersebut terjadi karena dua hal, yakni minimnya teknologi dan kemampuan nelayan dalam menggunakan teknologi tergolong rendah. Maka itu, dalam Program Satu Juta Nelayan Berdaulat, ada pelatihan kepada 1.000 orang, yang terdiri dari nelayan, RT, pengurus koperasi nelayan, petugas TPI, dan pembina nelayan.

Salah satu bentuk pelatihan adalah cara menggunakan aplikasi Fish On. Fish On sendiri merupakan aplikasi berbasis android dengan fitur pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik, dan fitur belanja kebutuhan sehari hari.

Jika program tersebut dapat terealisasi dengan optimal, Luhut optimistis roda ekonomi nelayan Indonesia akan berputar semakin cepat. Selain itu, kesejahteraan nelayan Indonesia meningkat secara signifikan.

"Perkembangan ekonomi Indonesia sangat dipandang dunia. Apalagi, dengan potensi laut yang sangat kaya," ucapnya.


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

X