Sabtu, 30 Mei 2020
Advertorial

Pemprov Jabar Hibahkan Aset kepada Tiga Lembaga/Kementerian

- 25 Mei 2019, 14:20 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan aset kepada tiga lembaga dan kementerian di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1, Kota Bandung, Sabtu 25 Mei 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghibahkan aset berupa tanah dan kendaraan operasional kepada tiga lembaga dan kementerian.

Penandatanganan dan penyerahan nota perjanjian hibah dilakukan langsung oleh Gubernur Ridwan Kamil didampingi Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1, Kota Bandung, Sabtu 25 Mei 2019.

Aset yang diberikan yakni tanah seluas 10 hektare kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI, tanah seluas lima hektare kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, dan kendaraan operasional berupa dua unit mobil kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang akan digunakan oleh Kepala dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Di tanah yang dihibahkan untuk LAN saat ini sudah berdiri Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Puslatbang PKASN) di Jalan Kiarapayung, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Sementara tanah yang diserahkan kepada Kementan saat ini sudah berdiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Badan PPSDMP Kementan yang terletak di Jalan Kayuambon, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, pada kesempatan ini Kementan juga menyerahkan hibah tanah seluah 96.203 meter persegi dan bangunan seluas 3.120 meter persegi kepada Pemdaprov Jawa Barat di 13 lokasi di Jabar.

Umumnya di ketiga belas lahan tersebut saat ini sudah digunakan untuk berbagai fasilitas pengembangan dan pelatihan di bidang pertanian.

Dalam sambutannya, Emil -- sapaan akrab Ridwan Kamil berharap hibah aset ini bisa mendukung proses dinamika pembangunan di Jawa Barat. Baginya, serah terima hibah ini menjadi wujud pembangunan Jawa Barat tidak hanya lahir (infrastruktur) namun juga batin (keilmuan).

"Ini proses istimewa yang kita lalui. Kalau untuk LAN dipergunakan untuk pelatihan dan pengembangan keilmuan yang sangat kita butuhkan. Sementara untuk Kementerian Pertanian bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan," kata Emil.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X