Rabu, 11 Desember 2019
Advertorial

Menghidangkan Iftar untuk Gaza di Pekan Kedua Ramadan

- 21 Mei 2019, 14:46 WIB
AKSI Cepat Tanggap (ACT) terus berikhtiar menghidangkan iftar bagi warga terdampak konflik di Gaza, Palestina.*/DOK. ACT

GAZA, (PR).- Sepuluh hari pertama Ramadan dilalui warga Gaza dengan penuh kesederhanaan. Krisis pangan dan agresi Israel menjadi ancaman yang tetap membayang-bayangi mereka di Ramadan ini. Sebab itu, dukungan masyarakat dunia sangat berarti untuk mereka.

Pekan kedua Ramadan lalu, masyarakat Indonesia menjadi salah satu warga dunia yang tetap mendampingi perjuangan warga Gaza. Dukungan itu hadir dalam  bentuk penyediaan pangan berbuka puasa (iftar). Jumat 17 Mei 2019 bertepatan dengan hari kesebelas Ramadan, paket iftar dibagikan di bagian timur Kota Gaza.

Andy Noor Faradiba dari Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap (GHR - ACT) melaporkan, iftar pada empat hari tersebut didistribusikan ke sejumlah kamp di Jalur Gaza.

“Distribusi iftar pada 8-11 Ramadan diperuntukkan bagi masyarakat miskin, lansia, dan anak-anak di kamp-kamp pengungsian. Dari empat hari implementasi, total penerima manfaat mencapai  887 jiwa,” lapor Faradiba.

Panganan iftar dimasak dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Belasan relawan setiap hari terlibat dalam mengolah ratusan porsi iftar tersebut, mulai dari membeli bahan pangan, memasak, mengemas, hingga mendistribusikan.

Mulai tengah hari, para relawan telah sibuk di Dapur Umum Indonesia. Sebagian mulai memasak nasi, sebagian memotong ayam, dan sebagian lagi mengemas makanan pendamping. Ya, menu iftar sore itu adalah nasi berbumbu berlauk daging ayam, buah, kurma, jus, dan air mineral. Selepas asar, makanan mulai dikemas dan siap didistribusikan lokasi tujuan.

 

Menjelang magrib, warga di Beit Hanoun, Gaza Utara, sudah berkumpul. Anak-anak begitu antusias menyambut iftar sore itu. Ketika azan magrib berkumandang, mereka segera melahap kurma dan jus di paket iftar mereka. Kebersamaan hari itu semakin menambah kehangatan dan menguatkan keluarga-keluarga di Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang terus mengancam.


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

X