Minggu, 7 Juni 2020
Advertorial

Pemprov ‘Ngabret’ Rancang Mudik Lebaran

- 6 Mei 2019, 16:38 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/5/19). Rapat membahas persiapan mudik Lebaran, LRT, dan reaktivasi jalur kereta api Bandung Raya.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Memasuki hari pertama puasa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat langsung ‘ngabret’ dengan merancang persiapan mudik Lebaran 2019.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membahasa hal ini dalam Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 6 Mei 2019. Rapat dihadiri juga Wakil Gubernur UU Ruzhanul Ulum dan Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, serta para kepala perangkat daerah.  

"Tadi merapatkan persiapan mudik, walaupun baru hari pertama puasa tapi yang dibahas persiapan mudik," kata Gubernur.

Dibahas dalam rapim permasalahan mudik yang biasa terjadi, seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, pasar tumpah, serta risiko lainnya yang dapat mengganggu aktivitas mudik.

Ikut dibahas berbagai zona wilayah Jabar dengan karakteristik kemacetannya. Salah satu zona yang diwaspadai tahun ini zona Bekasi khususnya ruas Tol Jakarta - Cikampek. Saat ini di Tol Cikampek terdapat tiga aktivitas konstruksi skala besar, yakni proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung, Light Rail Transit (LRT), dan Tol Layang (Elevated).

Ketiga proyek ini dinilai dapat menghambat arus mudik dengan menjadi biang kemacetan. "Sehingga besok Pak Menteri Perhubungan kemungkinan ke Bandung merapatkan mudik,"tambah Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Terkait permasalahan rutin, Emil menginstruksikan perangkat daerah khususnya Dinas Perhubungan agar mencari solusi ampuh agar masalah tidak terulang lagi. Emil memberi contoh, pembayaran tol menggunakan kartu e-Tol ternyata tidak sepenuhnya menghilangkan antrean di loket dan kemacetan di sekitar gerbang. Ini yang harus diantisipasi Pemdaprov Jabar.


 

Gubernur juga menyoroti tingkat kerawanan kecelakaan di Tol Cipali. Emil mendapat catatan di tol tersebut banyak terjadi kecelakaan karena tipe jalan yang terus lurus dengan permukaan jalan bergelombang.

"Sehingga kalau orang ngantuk, atau sudah kelamaan, dan lain sebagainya, ya rawan. Maka akan kita antisipasi. Juga mengenai rest area yang belum mencukupi, nanti akan kita atur," katanya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X