Advertorial

Deddy Mizwar: Fungsi BIJB Bakal Maksimal dengan Adanya Tol Cisumdawu

- 26 September 2017, 11:43 WIB

SUMEDANG, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar meninjau lokasi pembangunan proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Selasa 26 September 2017.

Di daerah yang ditinjau Deddy Mizwar, terdapat proses pengerjaan tunnel atau terowongan (twin tube) sepanjang 472 m. Untuk tunnel kiri di jalur arah Sumedang progress pengerjaannya sudah sejauh 79 m. Sementara untuk terowongan sebelah kanan  yang mengarah ke Cileunyi sedang dalam pengerjaan 'steel pipe heading arch.' Adapun konstruksi Jembatan Cinapel, saat ini sedang dalam tahap pengecoran pilar.

Pembangunan tol Cisumdawu yang memiliki panjang 61,10 km ini terdiri dari seksi I sampai dengan seksi VI. Direncanakan akan menghubungkan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan jalan tol Palimanan-Kanci yang sekarang telah beroperasi, juga menyambung dengan Tol Trans Jawa. Tak kalah strategis, Cisumdawu juga merupakan salah satu akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka.

"Nah, fungsi BIJB akan maksimal dengan tol Cisumdawu," kata Deddy Mizwar.

Deddy menuturkan, Cisumdawu sendiri dibangun dengan konstruksi dukungan Pemerintah 28,50 km dan BUJT 32,60 km. Tol ini ditargetkan beroperasi 2019. Adapun Biaya investasi dari BUJT Rp 8,41 triliun, biaya konstruksi Rp. 5,58 triliun, dan biaya tanah Rp. 4,8 Triliun.

Enam Seksi pembangunan yang ada, diantaranya Seksi I Cileunyi- Rancakalong 12,025 km, Seksi II Rancakalong-Sumedang 17,05 km, Seksi III Sumedang-Cimalaka 3,750 km, Seksi IV Cimalaka-Legok 8,200 km, Seksi V Legok-Ujung Jaya 16,420 km, Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan 4,230 km.

"Harusnya April 2019 selesai semua seksi I- II ini, kemudian seksi III, IV, V, VI ditargetkan selesai November 2019," ujarnya.

Kendala pembangunan Tol Cisumdawu

Deddy mengungkapkan kendala yang masih dihadapi yakni masalah pembebasan tanah. Contohnya saat ini tengah dilakukan progress potensi lahan bebas pada lahan milik STPDN sekitar 60 hektare. Lahan tersebut sudah siap untuk dilaksanakan konstruksi paralel dengan penyelesaian sengketa antara ahli waris dengan Pemerintah (Kemendagri, Pemprov Jabar, STPDN).

"Saat ini pemerintah tengah sibuk mengerjakan Tol Cisumdawu seksi I dan II. Konstruksi pembangunan sudah dimulai menyusul kemudian setelah ini yaitu seksi III," Sambung Deddy.

Halaman:

Editor: Advertorial


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X