Ubud Jazz Village Festival, Suguhan Pengalaman Jazz Berbeda

Ubud Village Jazz Festival/ANTARA
Musisi asal Australia Steve Barry (kiri) tampil bersama Steve Barry Quartet pada ajang Ubud Village Jazz Festival 2017 di Gianyar, Bali, Jumat. 11 Agustus 2017. Ubud Village Jazz Festival 2017 yang digelar selama dua hari tersebut menampilkan sejumlah musisi dari berbagai negara seperti Gerald Clayton, Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, Steve Berry, dan Balawan.*

UBUD, (PR).- Jazz kerap dianggap sebagai musik yang sulit dinikmati, dan hanya untuk konsumsi kalangan mapan. Ubud Jazz Village Festival (UJVF) 2017 mematahkan mitos tersebut.

Menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda, Ubud Jazz Village Festival (UJVF) 2017 membuat jazz dapat dinikmati semua kalangan. Tua-muda, laki-laki-perempuan, anak sekolahan-kalangan profesional, semua berbaur jadi satu. Adapun 80 persen penontonnya adalah wisatawan mancanegara.

UJVF 2017 tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton.

Desain lay out yang canggih dipadupadankan dengan kemasan membumi. Dari mulai alang-alang hingga  bambu, semua dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur Archimetriz Design untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal.

Alhasil, sejak pembukaan Jumat, 11 Agustus 2017 hingga Sabtu, 12 Agustus 2017, Arma ARMA Museum dan Resort Ubud Bali yang menjadi lokasi UJVF, tak pernah sepi. Penonton yang didominasi bule berbagai negara itu ditemani nuansa pedesaan, balutan persawahan khas Ubud dan suara kodok di pinggir sawah. Tikar anyaman juga ikut menyambut pengunjung yang ingin duduk lesehan menikmati musik jazz.

Tiga panggung yang disediakan untuk masing-masing musikus jazz, yaitu Padi, Giri, dan Subak ikutan heboh dan diserbu sekitar 5000 penonton.

“Mereka ke Bali khusus untuk nonton Ubud Jazz Village Festival. Ini luar biasa. Sejak Selasa, mereka sudah membooking hotel dan resort di sekitar ARMA. Penginapan langsung full dimana-mana karena penonton yang beli tiket jumlahnya mencapai 5000 orang,” terang Astrid Sulaiman, Committee UJVF, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Aturan nonton jazz yang harus diam, tenang, dan tak berisik tak lantas menjadikan ARMA Museum dan Resort Ubud senyap. Ubud justru makin bergairah. Musisi muda berbakat yang meraih empat kali nominasi penghargaan bergengsi, GRAMMY Award Gerald Clayton Trio yang tampil dengan Joe Sanders (bass) dan Gregory Hutchinson (drum), membuat ribuan penonton terkesima.

Ditambah lagi aksi panggung keren dari Steve Barry Quartet, pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013.

Sihir UJVF makin kinclong manakala Insititut Francaise Indonesia yang membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern, naik ke atas panggung.

Tidak ketinggalan pula Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, yang merupakan gabungan dari 22 musisi asal Jerman akan tampil membawakan komposisi dan aransemen baru lagu-lagu Jazz standar dan beberapa lagu popular, seperti “Come with me” dari Tania Maria.

“Mereka kategori wisman high end. Spent money mereka rata-rata Rp 2 juta - Rp 3 juta per hari. Dan mereka pasti lama di Indonesia. Umumnya 7-10 hari karena setelah nonton jazz mereka biasanya leisure di tempat lain,” tambah Astrid. 

Astrid tak berlebihan. Tiket yang dijual saja angkanya menembus Rp 440 ribu hanya untuk menonton jazz satu hari. Dan semua sold out. Itu belum termasuk sewa mobil, hotel dan makan minum selama di Ubud. Karenanya, UJVF tak cuma pesta buat para musisi jazz dunia.

Ajang itu juga menjadi pesta bagi penduduk Bali. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan memenuhi tribun penonton. Dan semua rela menghabiskan koceknya di Bali, destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor.

“Saya mendapat laporan seluruh penginapan di Ubud okupansinya 100%. Salah satu pemicunya ya Ubud Jazz Village Festival ini. Terimakasih Kementerian Pariwisata melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud yang sudah mendukung even internasional ini,” timpal Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti langsung sumringah. Menurutnya, ada dampak langsung yang sangat positif dari even yang sukses menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara di Ubud, Bali.

Itu belum termasuk dampak tidak langsung nilai berita dari media yang memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Ubud. “Dampaknya pasti sangat besar. Ekonomi Ubud akan berdetak lebih kencang lagi. Belum lagi media value-nya yang juga besar. Karena ketika bintang jazz itu tampil selalu dipantau oleh followers dan subscribers-nya,” ungkap Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut buka suara. Baginya Ubud dan sekitarnya memang istimewa. Juni silam, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, juga pernah menghabiskan lima hari hanya untuk berlibur di Ubud, Bali.

“Mumpung masih di Ubud, silakan napak tilas liburan Barack Obama. Silakan kunjungi Museum Agung Rai Art Museum (Arma), Desa Pengosekan, area persawahan terasering Jatiluwih atau rafting di Sungai Ayung seperti Barack Obama,” ujarnya.***

Baca Juga

ILMUWAN Kanada menemukan bahwa daerah di pusat 'imbalan' otak, menjadi aktif ketika orang mendengar lagu untuk pertama kalinya.*

Penggemar EDM Wajib Tonton Pacha Bali Festival 2017

ANDA pernah ke Ibiza Spanyol? Atau ke Amsterdam, Belanda, mendengarkan musik dari DJ internasional? Anantara Seminyak Bali akan menggelar pertunjukan musik dari DJ Internasional dalam event Pacha Bali Festival 2017, 18 Agustus 2017. 

SEJUMLAH pembalap beradu cepat  mencapai garis finish pada etape pertama kejuaraan balap sepeda internasional Le Tour de Langkawi, Malaysia, Kamis (27/2/2014). Balap sepeda tahunan tersebut diikuti 126 pembalap dari berbagai dunia termasuk Indonesia.

12 Negara Siap Adu Cepat di Tour de Central Celebes 2017

JAKARTA, (PR).- Tour de Central Celebes (TDCC) 2017 siap digelar di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), 6-8 November 2017 mendatang. Event balap sepeda itu akan diikuti 150 peserta dari 12 negara ini.