Bunga Edelweis Ciremai Berbunga Pada Lahan Bekas Galian Batu

KETUA Komunitas Hijau Kab. Kuningan Avo Juhartono, mengamati salah satu bunga edelweis yang ditemukan tumbuh berbunga di lahan bekas penambangan batu di kaki  Gunung Ciremai, Blok Sukageuri, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, J
NURYAMAN/PRLM
KETUA Komunitas Hijau Kab. Kuningan Avo Juhartono, mengamati salah satu bunga edelweis yang ditemukan tumbuh berbunga di lahan bekas penambangan batu di kaki Gunung Ciremai, Blok Sukageuri, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, Jumat (12/7/2013). Ratusan batang bunga edelweis di blok tersebut diperkirakan satu bibit dengan edelweis di lereng puncak Gunung Ciremai.*

KUNINGAN, (PRLM).- Kawasan lahan penuh batuan keropos miskin tanah bekas lokasi penambangan batu di Blok Sukageuri, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, belakangan ini terungkap banyak ditumbuhi bunga edelweis. Bunga edelweis di lokasi tersebut diperkirakan satu jenis dengan edelweis jawa (javanese edelweiss/Anaphalis javanica) yang banyak terdapat di lereng puncak Gunung Ciremai, dan di sejumlah gunung tinggi lainnya di Pulau Jawa.

Lahan tempat ditemukannya tumbuhan edelweis itu, berada di bagian kaki Gunung Ciremai pada ketinggian sekitar 950 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan edelweis dalam kawasan lahan tanah Desa Cisantana itu, teramati Jumat (12/7/2013) jumlahnya mencapai ratusan.

Sebagian besar di antaranya masih kecil-kecil tumbuh pada sela-sela batuan keropos. Di beberapa lokasi terpisah, ada juga yang sudah tumbuh dewasa berketinggian puluhan centimeter, bahkan di antaranya ada yang sudah berbunga.

Ketua Komunitas Hijau Kab. Kuningan Avo Juhartono saat mengantar "PRLM" melihat keberadaan tumbuhan bunga langka tersebut, Jumat (12/7/2013), menyebutkan keberadaan edelweis di Sukageuri itu sebenarnya sudah sering terdengar disebut-sebut sejumlah warga sekitar.

"Akan tetapi, lokasi pastinya jarang ada yang mengetahui. Saya pun baru menemukan edelweis di sini beberapa pekan yang lalu," ujar Avo yang sejak setahun terakhir aktif mendampingi masyarakat dan pemerintah Desa Cisantana, berupaya menghijaukan lahan bekas lokasi galian batu tersebut.

Keberadaan edelweis di lokasi tersebut, diharapkan Avo mendapat penelitian dari ahli tumbuhan, dan bisa terus dibudidayakan hingga bisa tumbuh subur di kawasan tersebut.

"Kalau memungkinkan, edelweis di sini sekalian dikembangbiakkan dan dibudidayakan. Supaya orang-orang yang penasaran ingin melihat tumbuhan bunga edelweis atau memiliki bunganya tidak ada lagi yang merusak edelweis di puncak Gunung Ciremai," ujar Avo Juhartono yang juga aktivis lingkungan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Aktivitas Anak Rimba (Akar) Kuningan. (A-91/A_88)***

Baca Juga

AAO 2017 Genjot Pariwisata di Crossborder Atambua

BELU, (PR).- Dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di perhelatan Sport Tourism yang berada di Crossborder membuahkan hasil manis. Untuk pertama kalinya, acara Atambua Adventure Offroad (AAO) 2017 yang dihelat 22-23 April 2017 diikuti banyak peserta dan wisatawan mancanegara (Wisman).

Kemenpar Gelar Rakor Sustainable Tourism Development

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sustainable Tourism Development bersama 34 Dinas Pariwisata Provinsi. Ditambah 20 dinas pariwisata Kabupaten/Kota di Hotel Alila, jakarta, Rabu 26 April 2017.