Labirin Cicadas, Lorong Tiada Akhir

Labirin Cicadas, Lorong Tiada Akhir

KOTA Bandung bukan hanya terkenal dengan pesona alam dan keragaman makanannya. Bandung juga terkenal dengan kepadatan penduduk. Di daerah Cicadas, populasi penduduknya tidak sebanding dengan luas wilayah. Hal itu terlihat dari banyaknya gang sempit dan berjejalnya rumah-rumah warga.

Salah satunya terdapat di Gang Samsi, RT 8, RW 4, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Di Kelurahan Kebonwaru, dikatakan tidak ada tempat untuk anak-anak bermain.

Ketua RW setempat, Agus Hermawan (57),  menyatakan jumlah warga di lingkungannya sudah melebihi batas wajar.

“Jumlah penduduknya setiap tahun pasti bertambah. Belum lagi ada rumah warga yang direnovasi menjadi lebih besar,” katanya.

Agus pun bersedia mengantar berkeliling menelusuri labirin gang di Kebonwaru. Tidak jarang, Agus menunjukkan gang dengan lebar hanya semeter. Di lingkungannya, menurut Agus, dari data tahun 2015 yang ia punya, hidup 384 kepala keluarga atau 1.451 jiwa.

Sepanjang penelusuran di Gang Samsi di Kebonwaru, banyak hal yang harus dibenahi mulai dari keteraturan tata ruang dan sikap hidup bertetangga. Suasana yang ramai dan padat sudah menjadi hal biasa bagi warga Gang Samsi. Anak-anak yang bermain bola di gang, bersepeda, dan berlari kesana-kemari menjadi semacam ”pemanis” di lingkungan itu. 

Di antara tetangga, suasana hangat sungguh terasa. Bahkan, seluruh warga bisa hafal dan saling tegur sapa satu sama lain. Keramahan itu, tak hanya mereka perlihatkan kepada tetangga namun juga kepada orang yang hanya lewat atau bertanya alamat.***

Video kiriman Andri Sutedi, Anisa Rahmadani, Annisa Nurvitasyari, mahasiswa Program Studi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jepretan indah foto atau karya video Anda juga dapat tampil di pikiran-rakyat.com. 

Kirimkan karya fotografi atau video Anda yang memiliki nilai jurnalistik (objek bebas kecuali kondisi lalu lintas) ke surel sosial@pikiran-rakyat.com dengan judul (subject) surel JARAS <judul foto/video>. (Contoh: JARAS Luntur Harimau). 

Pengirim foto/video yang ditampilkan tidak mendapat imbalan materi tetapi Anda dapat menampilkan eksistensi diri maupun komunitas di laman media tertua dan terbesar di Jawa Barat dengan melampirkan tautan akun media sosial Anda.

Baca Juga

Rp 137 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Kota Bandung

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung memastikan menganggarkan dana tambahan Rp 12 miliar dalam APBD 2017 ini. Dana tambahan ini muncul akibat kenaikan tipping fee TPA Sarimukti dari Rp 29.000 per ton menjadi Rp 50.000 per ton.

Bandung Jadi Percontohan Pembangunan Pusat Penyimpanan Data Jalan Terintegrasi

BANDUNG, (PR).- Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginisiasi proses pembangunan dan pengembangan Pusat Penyimpanan Data Jalan Terintegrasi (Integration Road Data Center Operation/Irodco).