Masyarakat Sadar Gempa

GEMPA tektonik berkekuatan 3,10 SR menggucang wilayah Jawa Barat, Jumat, 7/9/2018, pukul 7.52. Majalaya, Kabupaten Bandung dan Kamojang, Kabupaten Garut adalah daerah-daerah yang terdampak langsung guncangan gempa tersebut. Walaupun sementara disebutkan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, kejadian ini cukup mengejutkan.

Dalam berita utama Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Sabtu, 8/9/2018 ditulis ”Sumber Gempa di Jawa Bertambah”. Di Jawa Barat khususnya, terdapat enam patahan aktif, yakni Baribis, Cisomang, Walini, Citarum, Rajamandala, dan patahan atau sesar Lembang.

Apabila kita cermati, dalam beberapa pekan terakhir ini, frekuensi gempa semakin sering terjadi, semenjak peristiwa gempa Lombok Agustus 2018 lalu, yang mengimbas pula di beberapa wilayah Indonesia lainnya.

Gempa Majalaya, Kabupaten Bandung, walaupun dengan skala rendah, seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat Jawa Barat, dan wilayah-wilayah sekitarnya, untuk semakin meningkatkan kewaspadaan, bahwa kita pun, yang sementara ini adem ayem, suatu saat bisa mengalaminya.

Kami, yang berdomisili di wilayah Bandung Raya, jujur saja cukup merasa waswas, karena menurut para pakar gempa, gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan datangnya, karena hingga saat ini, belum ada satu alat pun yang mampu mendeteksi kehadiran gempa (tektonik).

Di sisi lain, walaupun peringatan demi peringatan telah disuarakan oleh para pakar gempa, tampaknya pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait masih tenang-tenang saja. Ancaman laten potensi gempa tektonik dari 6 patahan aktif di atas jelas- jelas ada, tetapi edukasi bagaimana cara evakuasi dan melakukan penyelamatan untuk masyarakat awam, kelihatannya belum optimal dilakukan. Mitigasi bencana gempa mutlak disosialisasikan serta diedukasikan kepada masyarakat luas agar apabila suatu saat bencana datang, masyarakat sudah siap. Kita tidak ingin jatuh banyak korban jiwa, seperti yang terjadi di Lombok belum lama ini, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka, belum termasuk kerusakan dan kerugian harta benda.

Tagar Masyarakat Sadar Gempa adalah sekadar mengingatkan kepada kita semua bahwa kewaspadaan dan keterampilan menghadapi bencana mutlak dikuasai. Hal itu sebagai upaya bersama meminimalisasi jatuhnya banyak korban jiwa ketika musibah datang. Masyarakat akan lebih tenang dan tidak waswas, apabila telah memahami benar apa yang harus dilakukan dalam menghadapi sebuah bencana.

Demikian saya sampaikan. Terima kasih kepada pengasuh Rubrik Surat Pembaca yang telah berkenan memuat surat terbuka ini.

 

Budi Sartono

Graha Bukit Raya I

Blok F5/19 Cilame

Kabupaten Bandung Barat