Larang Mantan Napi Korupsi ”Nyaleg”

POLEMIK nyaleg mantan napi kasus korupsi masih hangat. Penulis juga menolak nyalegnya para mantan napi kasus korupsi. Alasannya sebagai berikut. Selama hidupnya, setiap manusia mengalami seribu satu macam pengalaman, baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif. Pengalaman positif membentuk kesan positif dan pengalaman negatif membentuk kesan negatif. Kesan-kesan itu tersimpan seumur hidup di dalam alam bawah sadar manusia.

Karena alam bawah sadar manusia terus bergolak bagaikan air yang mendidih maka silih berganti kesan positif dan kesan negatif akan timbul tenggelam dan muncul ke permukaan alam bawah sadar dan mencapai alam sadar. Selanjutnya akan mengilhami sang manusia untuk berperilaku.

Kesan positif dapat mengilhami sang manusia untuk berilaku positif dan kesan negatif dapat mengilhami manusia untuk berperilaku negatif (Djorghi, 1925). Contoh tentang hal itu, tak jarang para mantan napi lagi-lagi terlibat dalam kejahatan yang sama atau serupa seperti di masa lampaunya. Kita berusaha memberantas kejahatan korupsi seperti halnya memberantas penyakit agar lenyap dan tidak muncul lagi.

Maka sudah selayaknya dalam usaha kita memberantas kejahatan korupsi, para mantan koruptor dilarang nyaleg agar kejahatan korupsi mereka tidak terulang karena terilhami oleh kesan negatif mereka (korupsi) di masa lampau.

Kita harus bersikap skeptis terhadap undang-undang yang mengizinkan para mantan napi kasus korupsi ikut nyaleg. Bila kita benar-benar mau memberantas kejahatan korupsi, agar tidak menjadi suatu ironi. Terima kasih.

 

Will DUF

Jalan Raya Padalarang

Kampung Sukamaju RT 5 RW 6

Padalarang, Kabupaten Bandung Barat