Perbanyak Pos Pemadam Kebakaran di Jampang Kulon

SAYA sangat mengharapkan di wilayah Jampang Kulon mengupayakan peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran. Hal itu untuk memberikan pelayanan umum kepada masyarakat, untuk mengurangi risiko serta penyelamatan korban dari berbagai bencana termasuk kebakaran.

Meminimalisir dampak risiko kebakaran merupakan tanggung jawab semua pihak. Namun yang tidak kalah pentingnya, kapasitas tim pemadam kebakaran sebagai pelayan masyarakat yang diberi tugas dan tanggung jawab oleh pemerintah dalam penanggulangan dan penyelamatan.

Saya menyadari, hingga kini kapasitas tim pemadam kebakaran sebagai institusi yang diberi tanggung jawab oleh pemkab setempat dalam berupaya mengurangi berbagai risiko kebakaran di setiap tahapan masih minim, baik waktu kejadian maupun pascakebakaran. Dengan demikian, pemkab perlu rasanya untuk menambah kemampuan para pemadam kebakaran tersebut dengan berbagai pendidikan dan pelatihan, baik dalam menggunakan peralatan dan sebagainya.

Begitu juga dengan berbagai peralatan yang dimiliki oleh pemkab setempat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hingga kini jumlahnya masih minim sehingga belum dapat melakukan pelayanan maksimal. Sesuai dengan panjang dan luas wilayah yang dimiliki, kabupaten itu masih mengalami kekurangan mobil pemadam kebakaran.

Setidaknya wilayah Jampang itu memiliki enam mobil pemadam kebakaran yang disiagakan di setiap kecamatan pos pemadam kebakaran. Hingga kini sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana kebakaran di Jampang Kulon ini, seperti mobil dan pos siaga pemadam kebakaran hanya ada satu unit, di Kecamatan Surade.

Begitu juga dengan personel tim pemadam kebakaran yang dimiliki. Jumlahnya masih sangat minim dibandingkan luas wilayah yang dimiliki. Padahal, masih banyak area yang mudah terbakar. Contohnya di daerah Pajampangan, masih banyak rumah panggung, semi permanen, dan lahan hutan lindung, yang sewaktu-waktu bisa terbakar, baik disengaja oleh oknum yang memanfaatkan lahan maupun ketidaksengajaan. Selain itu, warga Jampang mayoritas menggunakan LPG yang bisa menimbulkan kebakaran, karena masih banyak yang belum memahami cara penanggulangan kebakaran dini yang diakibatkan oleh kebocoran tabung gas LPG.

Yang perlu diingat kembali, di wilayah Pajampangan sering terjadi padam listrik. Akibatnya, banyak yang akan menggunakan lampu corong maupun lilin yang rentan terjadi kebakaran.

Oleh karena itu, saya berharap tambahan pos damkar beserta personelnya yang mampu mengurangi risiko kebakaran. Tim pemadam kebakaran juga bisa memberi penyuluhan kepada masyarakat sekitar dengan fire blanket (menggunakan karung goni). Mengingat di wilayah Pajampangan, alat pemadam kebakaran masih minim. Selain itu, tidak ada hydrant di area-area tertentu.

Saya prihatin ketika terjadi musibah kebakaran. Warga setempat hanya menggunakan alat dan air seadanya sehingga api lama dipadamkan. Bahkan api dengan cepat merembet ke rumah yang lain.

Terima kasih kepada jajaran Redaksi ”PR” yang telah memuat surat ini. Semoga pemkab setempat terketuk hatinya. Mohon maaf bila banyak kosa kata atau kalimat yang salah.

 

Yoga Krisna Sena

Kampung Cidahu RT 26 RW 4

Desa Waluran Mandiri

Kecamatan Saluran

Kabupaten Sukabumi