Bus Kota dan Bus Sekolah Kosong

HAMPIR setiap pagi kami menyaksikan bus kota dan bus sekolah kosong. Sementara pengguna motor dan mobil pribadi terjebak macet di jalan. Secara fisik besar sehingga bus makan area jalan.

Bus sekolah yang melintas Jalan Ir Djuanda berisi 2-3 anak sekolah. Padahal, operasional bus sekolah mahal. Mungkin kurang sosialisasi atau jalur yang dilalui tidak tepat. Bila bus sekolah melalui jalur padat, misalnya dari Cileunyi, Cibiru, Cicaheum, dan seterusnya finis di Bandung Barat, atau sebaliknya atau rute lain yang produktif, mungkin penumpang banyak sebab strategis dan melalui kantong-kantong lembaga pendidikan.

Selain itu, bus kota tidak konsisten melaui rute yang saharusnya. Sering bus potong jalur. Seperti bus kota Leuwipanjang-Dago, mestinya dari pul depan kampuas Unpad melalui Jalan Dipatiukur - perempatan Pasar Simpang - Jalan Ir Djuanda - pertigaan Jalan Ganesa ITB, dan seterusnya. Akan tetapi, mereka sering potong jalan melalui Jalan Teuku Umar/Jalan Hasannudin/Jalan Dipatiukur bawah. Potong jalan tersebut membingungkan calon penumpang sehingga batal naik bus kota.

Bus kota dengan daya angkut banyak diharap menjadi salah satu solusi kemacetan Bandung agar masyarakat mengurangi penggunaan sepeda motor. Mari kita kembalikan kejayaan sarana transportasi umum untuk kebutuhan mobilisasi masyarakat.

 

Yes Sugimo

Jalan Melati Raya E 22/62

Melatiwangi , Cilengkrang

Bandung 40616