Puas dengan Pelayanan Kantor Imigrasi Bandung

RABU, 9 Agustus 2017, saya ke Kantor Imigrasi untuk bertanya kepada petugas perihal mulai jam berapa antrean sudah dibuka ka­rena selama ini mendengar dari beberapa kerabat bahwa membuat paspor itu harus mengantre dari pukul 6.00 dan baru selesai pukul 13.00. Petugas memberikan selebaran mengenai aplikasi permohonan paspor online dan antrean mulai pukul 7.00 (diberlakukan mulai 16 Agustus 2017).

Setelah mengunduhnya, pada Minggu, 20 Agustus, saya mendaftar lalu memilih Kantor Imigrasi tujuan. Setelah itu, diminta me­ngi­si data pemohon (nomor KTP dan alamat), memilih waktu (pilihannya dua: pagi dan siang). Saya memilih pagi. Lalu keluar hari Kamis, 24 Agustus 2017, pukul 9.01-10.00. Setelah konfirmasi kepada suami mengenai tanggal tersebut dan oke, saya pun me­nyetujui. Kemudian katanya, akan ada pos-el untuk konfirmasi. (Aplikasi pun menanyakan hari selanjutnya jika hari tersebut kita tidak setuju).

Pos-el balasan tak kunjung datang tetapi di halaman ”jadwal” sudah tertera nama dan nomor KTP yang ketika diklik keluar nomor booking dan scan barcode antrean. Seninnya saya ke Kantor Imigrasi untuk mengonfirmasi apakah jadwal tersebut valid atau tidak karena pos-el balasan belum masuk. Petugas mengatakan valid. Lalu saya diminta datang sebelum puul 9.00 (sesuai dengan booking) untuk mengisi formulir terlebih dahulu dan membawa dokumen-dokumen asli yang diperlukan.

Kamis, 24 Agustus 2017, kami datang pukul 7.50. Saya dan suami mengisi formulir kurang lebih 20 menit. Petugas mengatakan jika sudah pukul 9.00, kami diminta menuju ke kursi biru. Namun, jika kursi sudah kosong, booking jam selanjutnya sudah bisa. Pada pu­kul 8.30, ada petugas yang memanggil dan menanyakan untuk booking pukul berapa. Beliau pun memeriksa kelengkapan dokumen kami. Setelah dokumen diperiksa, barcode antrean saya di-print. Dijelaskan beberapa hal lalu kami diminta mengantre untuk sesi foto dan wawancara. Kami hanya menunggu sekitar 10 menit untuk dipanggil. Sementara sesi foto dan wawancara sekitar 15 menit.

Petugas foto dan wawancara memberikan dua lembar kertas. Satu untuk membayar ke bank mana pun (biaya pembuatan paspor sebesar Rp 355.000) dan satu lembar lagi untuk pengambilan paspor tiga hari kerja setelah pembayaran ke bank dilakukan. Sekitar pukul 9.20, kami telah selesai membuat paspor.

Di sana saya bertemu kawan yang sedang menemani ibunya memperpanjang paspor. Dia pun merasa sangat puas dengan pe­layanan Kantor Imigrasi sekarang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Keadaan Kantor Imigrasi pun tenang dan nyaman, tidak se-crowded biasanya.

Terima kasih atas pelayanan paripurnanya Kantor Imigrasi Bandung. Saya sebagai masyarakat sangat mengapresiasi. Bahkan para stafnya pun sangat membantu menjelaskan sistem yang baru ini. Semoga Kantor Imigrasi Bandung dapat mempertahankan pelayanan yang sudah baik ini.

 

Siti Wulan Naya

Jalan Moch Toha

Gang Salipan No. 89 Wates

Bandung Kidul, Kota Bandung