Sekolah Delapan Jam Siksa Murid Secara Psikis

MANUSIA adalah makhluk dwi tunggal rohani-jasmani. Rohani dan jasmani masing-masing memiliki energi psikis dan jasmani memiliki energi fisik. Karena rohani dan jasmani membentuk suatu kesatuan yang utuh, integral, dan saling berpengaruh timbal balik maka semua aktivitas manusia baik rohani maupaun jasmani, tidak terlepas dari pengaruh energi rohani dan jasmani.

Dalam 24 jam, energi rohani dan energi jasmani terus mengalami fluktuasi karena terkuras oleh aktivitas rohani dan jasmani manusia. Sejak bangun tidur di pagi hari, energi psikis mulai menanjak sedikit demi sedikit dan mencapai puncaknya kurang lebih pada pukul 11.00 menjelang tengah hari pukul 12.00. Sesudah itu, energi psikis mulai menurun dan terus menurun hingga mencapai titik terendah pada malam hari kurang lebih pukul 22.00.

Fluktuasi energi psikis itu sangat berpengaruh terhadap aktivitas manusia baik aktivitas fisik maupun aktivitas psikis, misalnya dalam kegiatan belajar-mengajar. Sesudah pukul 11.00 menjelang tengah hari, murid mulai mengalami kelelahan, mengantuk, dan sebagainya sehingga daya serap terhadap mata pelajaran yang disajikan pun menurun/berkurang.

Oleh karena itu, lamanya jam belajar-mengajar idealnya adalah lima jam. Misalnya dari pukul 7.00-12.00 atau dari 7.30-13.00 dengan syarat, setelah pukul 11.00 tidak ada lagi kegaitan belajar-mengajar mata pelajaran yang banyak menguras energi psikis. Mata pelajarannya harus yang ringan-ringan saja, misalnya pelajaran melukis, seni suara, tarian, bahasa, olah raga di dalam ruangan, dan sebagainya. Tidak percaya? Silakan baca buku berjudul ”Persoonlijke Efficiency” karya Prof David Guy Powers, Ph.D, Ed.D, dkk halaman 93-96.

Oleh karena itu, jam sekolah (belajar-mengajar) selama delapan jam adalah tidak tepat, tidak efektif, tidak edukatif, dan menyiksa murid secara psikis. Program sekolah (pendidikan) di negeri kita jangan terus dibongkar-pasang ibarat jam tangan. Bila terus dibongkar-pasang, malah jadi rusak.

 

Willibrord DU Fadir

Sukamaju RT 5 RW 6 Padalarang

Kabupaten Bandung Barat