Sesar Lembang Aktif, Masyarakat Harus Waspadai Gempa

BENCANA gempa bumi yang terjadi di Indonesia, seperti di Aceh belum lama ini, harus menjadi perhatian dan pembelajaran bagi kita semua, termasuk masyarakat Bandung dan sekitarnya. Apalagi, Jawa Barat juga termasuk salah satu wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Indonesia.

Secara geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologis, karakter wilayah Jawa Barat memang rawan bencana. Jawa Barat memiliki tujuh gunung api aktif, wilayah selatan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang memiliki potensi gempa dan tsunami. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah untuk mengurangi risiko yang bisa ditimbulkan. Masyarakat pun harus memahami kondisi seperti ini. Kebersamaan dan gotong royong serta koordinasi sangat diperlukan dalam menghadapi bencana (”PR”, 9 Desember 2016).

Apalagi, harian ini juga memberitakan bahwa para peneliti memastikan bahwa Sesar ­Lem­bang yang membentang sepanjang 29 kilometer dari kaki Gunung ­Mang­l­ayang ke Padalarang, sebagai sesar aktif dengan pergerakan 4 ­mili­meter per tahun. Kota Bandung ­merupakan daerah yang diperkirakan bakal menderita kerusakan terbesar oleh gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Dengan demikian, tidak ada keraguan lagi bahwa sesar ini aktif dan memiliki riwayat gempa yang sebaiknya menjadi perhatian serius semua pihak.

Namun, yang disesalkan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap potensi gempa yang dipicu Sesar Lembang masih rendah. Vila-vila marak berdiri di daerah kawasan Bandung Utara. Bangunan-bangunan tinggi jlug jleg di Bandung. Hal itu menunjukkan masih lemahnya kebijakan mitigasi bencana yang dijalankan pemerintah.

Dengan adanya hasil penelitian tersebut, pemerintah daerah tidak cukup menenangkan masyarakat dan meminta waspada terhadap bencana gempa bumi yang kapan saja bisa terjadi. Apalagi, berdasarkan penelitian tersebut, pergerakan lempengan di Sesar Lembang yang berpotensi gempa itu bisa menyebabkan bangunan-bangunan runtuh.

Oleh karena itu, diperlukan upaya serius dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Segera gencarkan pendidikan-pendidikan mitigasi bencana, tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi gempa. Hal itu jauh lebih penting dilakukan daripada sekadar berwacana. Anggaran untuk menanggulangi bencana memang penting disiapkan. Akan tetapi, jauh lebih penting menyiapkan kesiapan fisik dan mental masyarakat untuk menghadapi bencana.

Semoga kita semua diselamatkan dari berbagai bencana. Amin.

Terima kasih kepada Redaksi Pikiran Rakyat yang telah memuat surat saya ini.

 

Yani M

Jalan Soekarno Hatta RT 2 RW 6

Babakan Ciparay, Kota Bandung