Tanggapan Pemkot Cimahi

KAMI ucapkan terima kasih kepada warga yang telah menyampaikan kepeduliannya dengan memberikan masukan dan kritikan terhadap pelayanan Pemerintah Kota Cimahi. Menanggapi Sora Balarea pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Sabtu, 19 November 2016, halaman 27 dari warga yang tidak mencantumkan identitasnya, dengan nomor telefon 081322753xxx, kami sampaikan hal-hal berikut, hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi.

1. Permasalahan banjir yang ada di Kota Cimahi, khususnya di wilayah daerah aliran sungai (termasuk RW-RW di wilayah Kelurahan Melong) merupakan banjir yang bersumber dari luapan air sungai Cilember dan sungai Cibeureum. Wilayah ini merupakan wilayah yang terkena dampak banjir karena limpasan air yang besar dari daerah hulu sungai yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat serta tidak memadainya penampang sungai Cimancong di daerah Margaasih, Kabupaten Bandung (yang menjadi muara sungai Cilember) untuk menampung debit air banjir. Selain itu, berdasarkan kajian-kajian yang dilakukan, banjir yang terjadi di musim hujan disebabkan juga oleh adanya penyempitan penampang sungai di beberapa wilayah serta adanya sampah yang dibuang ke dalam sungai.

2. Untuk mengatasi permasalahan banjir yang ada di Kota Cimahi khususnya banjir di kawasan Melong, saat ini telah dilakukan perencanaan teknis rinci baik yang dilakukan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat maupun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Untuk implementasinya, tidak dapat dilaksanakan secara parsial di RW tertentu atau wilayah tertentu saja, karena penanggulangannya bersifat menyeluruh, sebagai satu kesatuan hidrologis yang mencakup tiga wilayah, mulai dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Saat ini sudah dilaksanakan juga kerja sama antarkabupaten/kota di bawah koordinasi Gubernur Jawa Barat untuk melaksanakan Rencana Aksi Multi Pihak Implementasi Kegiatan (RAM IP) pengurangan banjir di kawasan cekungan Bandung.

3. Sejalan dengan upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dan provinsi, pemerintah kota juga telah merencanakan membangun kolam pengendali banjir di wilayah RW 2 Melong, yang saat ini telah memasuki tahap studi kelayakan. Selain itu, upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi sampai saat ini adalah dengan melakukan pengurangan risiko banjir melalui kegiatan pemeliharaan rutin sungai yang meliputi penanganan sedimen dan sampah di sungai serta pengerukan sedimentasi di sungai Cilember sebelum masuk jalan tol dan Kalimalang.

Demikian beberapa hal yang perlu kami sampaikan. Atas kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

 

Mardi Santoso

Kepala Bagian Humas

Setda Kota Cimahi