Minim Tampilan Reggae, Digelarlah "Bandung Indonesian Reggae”

BAND reggae Injection saat tampil di "Bandung Indonesian Reggae”, Jumat (29/3/13) malam.*
HENDRO SUSILO/”PRLM”
BAND reggae Injection saat tampil di "Bandung Indonesian Reggae”, Jumat (29/3/13) malam.*

PRLM - Berbeda dengan genre musik lainnya seperti pop, jazz, blues, metal, ataupun folk, aliran musik reggae masih terbatas eksistensinya. Pergelaran yang khusus menampilkan olah musik para musisi reggae di kawasan Bandung tidaklah banyak. Hal itulah yang mendasari diadakannya acara “Bandung Indonesian Reggae” di Plate For Me, Jln. Riau, Kota Bandung, Jumat (29/3/13).

“Sejak tahun 2008, perkembangan musik reggae di Bandung sebenarnya cukup pesat. Bahkan anak usia sekolahan banyak yang memainkannya. Sayangnya, mereka kurang mendapat kesempatan untuk berekspresi. Untuk tampil saja, mereka bahkan harus membayar. Oleh karena itu, saya bersama teman-teman yang lain mengadakan acara ini,” tutur Ferry “Bob Rasta”, yang menjadi penggagas acara.

Lantaran sosialisasi kegiatan dilakukan dari mulut ke mulut, apresiasi publik untuk menyaksikan band-band reggae yang tampil kurang maksimal. Blezz Varian, Seven Heaven, dan Injection, yang mengibarkan bendera reggae pada malam tersebut memang lebih banyak menghimpun kedatangan teman-temannya dibandingkan mengundang penonton awam untuk menengok penampilan mereka.

Kendati demikian, suasana di atas pentas tidak lantas membuat para penonton tersenyap. Sekitar pukul 17.00 WIB, Blezz Varian mengawali sajian musik yang lahir dari Jamaika ini. Band bentukan tahun 2011 yang diawaki oleh Lius (vokal), Dadan (vokal), Oky (bas), Ical (gitar), Riko (gitar), Opik (perkusi), dan Zein (keyboard) ini tampil selama sekitar satu jam membawakan lebih dari sepuluh lagu. Lagu berjudul “My Reggae Music” dan “Nikmati Saja” menjadi lagu karya mereka yang turut ditampilkan di antara lagu-lagunya Bob Marley dan band reggae yang paling populer di tanah air, Steven & The Coconut Treez.

Memasuki tengah malam, para pengunjung yang berdatangan kian ramai. Seven Heaven yang beranggotakan Ahmad (vokal), Ari (gitar), Dewa (gitar), Egi (bas), Topik (drum), Abo (djimbe), dan Febi (keyboard) menjadi penampil selanjutnya. Irama reggae mereka kumandangkan melalui lagu ”Swing Easy” (dipopulerkan oleh The Skatalites), “Seriously” dan “Collie Herb Man” (Katchafire), serta “Hang Loose Baby” milik band reggae asal Bandung, The Paps.

Setelah itu, Dellu “Injection” (djimbe) dan Juna “Reregean” (gitar) ikut menyemarakan musikalitas dari atas panggung. Lagu “War” (Bob Marley) turut disenandungkan bersama oleh para penonton. Pula, lagu Bob Marley yang lainnya “Get Up Stand Up”, yang sekaligus menjadi penutup aksi mereka, turut bergaung.

Giliran Injection yang tampil, suasana lebih ramai lagi. Di scene reggae, Ardi (vokal), Dellu Uyee (perkusi), Iyong (drum), Devi (bas), Komeng (gitar), Ijal (gitar), Aguy (trombone), Teguh (terompet), dan Yosep (saksophone) memang lebih senior dibandingkan dua band penampil sebelumnya. Lagu “One Drop” dan “Redemption Song”, yang lagi-lagi dipopulerkan oleh Bob Marley, dimasukan dalam repertoar awal mereka. (Hendro Susilo/”PR”/A-88)***

You voted 'sedih'.