Defisit BBM Tahun 2020 Sebanyak 23,3 Juta Kiloliter

Darurat Kilang Minyak

JAKARTA, (PRLM).- Delapan tahun lagi (2020), Indonesia akan mengalami defisit bahan bakar minyak (BBM) sebesar 23,3 juta kiloliter. Hal itu terjadi jika tidak ada penambahan jumlah dan kapasitas kilang sementara kebutuhan BBM akan terus meningkat. Pemerintah harus serius untuk segera membangun kilang-kilang minyak baru.

Vice President Strategic Planning Refinning PT Pertamina, Ardhy N. Mokobambang mengatakan itu dalam seminar bertajuk Ketahanan Energi yang diselenggarakan CSIS di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/12).

Ardhy menjelaskan 23,3 juta kiloliter BBM itu setara dengan kapasitas kilang sebesar 1,7 juta MBSD yang artinya adalah total kapasitas enam kilang yang dimiliki Indonesia saat ini. Ia mengingatkan hal ini untuk diwaspadai karena saat ini kita semua tengah terlena.

Nanti, kata dia, meski kita punya uang, belum tentu minyak tersedia di pasar karena semua negara saat ini menjalankan kebijakan memproses minyak untuk kepentingan domestiknya.

Untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tanpa adanya pengendalian konsumsi, maka pada tahun 2025 dibutuhkan tambahan sembilan kilang baru dengan kapasitas masing-masing 300 MBSD selain dari penambahan dua kilang baru saat ini masing-masing 300 MBSD, dan tahun 2020 kita butuh tambahan enam kilang.

"Ketahanan energi ini bisa menimbulkan problem dalam stabilitas nasional, maka harus ditangani cepat dari sekarang," ujarnya. (A-156/A-88)***