Grand Prix Gold Indonesia Open 2011

Tim Putri Gagal Persembahkan Gelar

SAMARINDA, (PRLM).- Tim putri Indonesia gagal mengukir prestasi emas pada Turnamen Grand Prix Gold Indonesia Open 2011 di Samarinda setelah tak berhasil mengirimkan satu pun wakil ke babak final nomor tunggal maupun ganda putri.

Pebulu tangkis putri Bellaetrix Manuputty tersingkir karena takluk dari unggulan enam asal Prancis Hongyan Pi melalui rubber game pada laga semifinal nomor tunggal putri. Sementara pada nomor ganda putri, pasangan Anneke Feinya Agustin dan Nitya Krihinda Maheswari dipukul dua set langsung oleh ganda putri tangguh asal Cina Yixin Bao dan Zhong Qiaxin pada laga semifinal di GOR Palaran, Samarinda, Sabtu (1/10).

Bellaetrix Manuputty sebenarnya menjadi harapan untuk menyelamatkan wajah Indonesia setelah secara mengejutkan mampu lolos ke semifinal dengan mengubur unggulan lima asal Taiwan Tzu Ying Tai. Pada semifinal, Bella tampil bagus pada set pertama bahkan menang mudah 21-14 atas Hongyan Pi. Pada dua set berikutnya juga Bella selalu memimpin perolehan angka dengan selisih jauh.

Akan tetapi, pemain peringkat 159 BWF ini tampil gugup serta kerap terburu-buru ingin mengakhiri pertukaran bola sehingga akhirnya bisa dilampaui dan takluk 17-21 19-21 pada dua set berikutnya.

"Jujur, saya kalah pengalaman dan mental. Setelah menang pada set pertama dan selalu memimpin, saya main kurang sabar dan sering terburu-buru ingin mengakhiri pertukaran bola. Sementara lawan adalah pemain yang sudah matang, bertahan dengan sabar, dan pandai memainkan permainan. Ini pelajaran buat saya," kata Bella kepada wartawan "PRLM", Arif Budi K.

Final putri akan mempertemukan Hongyan Pi dengan unggulan Cina Chen Xiao Jia yang mengatasi unggulan 7 Jepang Ai Goto 21-11 21 13.

Kekalahan Bella otomatis memupus harapan tim putri untuk berprestasi pada ajang ini setelah sebelumnya Anneke Feinya Agustin dan Nitya Krihinda Maheswari kalah di semifinal. Feinya-Nitya gagal ke final takluk dua set langsung oleh ganda putri tangguh asal Cina Yixin Bao dan Zhong Qiaxin 21-17 21-18.

Sempat tampil mengejutkan mengalahkan pasangan unggulan Indonesia Vita Marissa dan Nadya Melati di perempat final, Feinya-Nitya gagal menampilkan performa terbaik di hadapan pasangan Cina. Meskipun selalu memberikan perlawanan ketat di awal dan pertengahan gim, Feinya-Nitya tak pernah bisa memimpin sebelum akhirnya takluk dua set langsung.

"Hari ini kami main tanpa beban, namun kami main kurang enak (dibandingkan sebelumnya) dan lebih banyak melakukan kesalahan sendiri yang bisa dimanfaatkan lawan. Mereka bermain cepat dalam menyerang dan sabar saat bertahan," kata Feinya.

Final ganda putri akan menyuguhkan pertempuran Yixin Bao-Zhong Qiaxin melawan ganda putri Malaysia Vivian Kah Mun Hoo- Khe Wei Woon pada semifinal mengubur pasangan Tailand Sujitra Ekmongkolpaisarn dan Punyada Munkitchokecharoen 21-12, 21-13 .

Bagi Indonesia, kegagalan tim putri juga menjadi ulangan hasil pahit pada turnamen yang sama tahun lalu saat tim putri Indonesia gagal memberikan gelar.

Pada nomor ganda campuran, Indonesia dipastikan kehilangan gelar setelah pasangan ganda campuran Nova Widianto dan Vita Marissa kalah dari unggulan 4 asal Cina Chen Su-Jin Ma 17-21 21-16 13-21 pada laga semifinal. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mempertahankan gelar ganda campuran yang pada turnamen tahun lalu dipersembahkan ganda campuran peringkat dua dunia Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad.

Sementara itu, Cina dipastikan akan menyabet gelar untuk nomor ganda campuran karena tiket final lainnya direbut ganda campuran He Hanbin-Yixin Bao.

Peluang meraih gelar juara bagi Indonesia masih terbuka untuk nomor ganda putra. pasangan Ganda putra terbaik Indonesia Bona Saptano-Mohammad Ahsan secara otomatis maju ke final setelah unggulan lima asal Taiwan Chieh Min Fang-Sheng Mu Lee menyatakan walkout karena cedera.

Pada laga puncak, Bona-Ahsan yang merupakan juara bertahan akan ditantang Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa. Unggulan 7 asal Jepang ini maju ke final berkat kemenangan dua set langsung atas Ganda putra asal Indonesia lainya Yohanes Rendy Sugiarto- Afiat Yuris Wirawan 21-16 21-18. (A-168/A-88)***