• Selasa, 09 Februari 2010
  •                     |                            
  • PR Online
  • Home
  • Pikiran Rakyat Cetak
  •                             |

PDF

  • screenshoot pr cetak

OLE-OLE

 
si kabayan

CUACA BANDUNG

Utara Timur Selatan Barat Tengah
Sumber: BMG Bandung

JADWAL SHOLAT

Bandung & Sekitarnya
Subuh 04:34 WIB
Zuhur 12:06 WIB
Asar 15:23 WIB
Magrib 18:18 WIB
Isya 19:29 WIB

TUNGGU DULU

PENGELOLA program TV I’m a Celebrity...Get Me Out of Here! versi Jerman menghadapi tuntutan hukum atas matinya tiga ikan emas. Gugatan diajukan setelah bintang idola remaja, Daniel Kueblboeck melakukan atraksi menantang menggunakan sejumlah ikan emas dan laba-laba air. Akibat atraksinya itu, tiga ikan emas mati tergencet. Meskipun acara itu memiliki "rating" cukup tinggi, Departemen Kehakiman menegaskan hal itu adalah pelanggaran karena binatang mendapat perlindungan hukum. Atraksi itu telah membuat citra buruk dan mengabaikan martabat manusia. (Ananova)***

Solihin, M.T., Siasat Konsorsium

PERSAINGAN keras antarperguruan tinggi swasta (PTS) untuk mendapatkan mahasiswa baru malah akan mematikan PTS itu sendiri. "Persaingan juga mematikan PTS-PTS kecil yang bermodalkan semangat untuk mencerdaskan bangsa," kata Ketua Konsorsium Diploma Tiga (D-3) Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Jabar Solihin, M.T. (39), di ruang kerjanya, STMIK AMIK Bandung Jln. Jakarta, Kota Bandung, Minggu (7/12).

Pria asal Indramayu ini pun berupaya keras menggandeng sekolah tinggi ilmu komputer yang memiliki D-3 TKJ. "Akhirnya kami sepakat membentuk konsorsium yang diikuti enam PTS yakni STMIK AMIK Bandung, STMIK Tasikmalaya, Politeknik Sukabumi, Politeknik TEDC Cimahi, STMIK IKMI Cirebon, dan STMIK Subang. Konsorsium juga menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC)," ujarnya.

Konsorsium juga secara rutin menggelar perkuliahan jarak jauh (PJJ) dengan fasilitas video conference (vicon). "Cukup menyediakan satu dosen untuk 6.000 mahasiswa. Caranya kuliah dosen tersebut diikuti enam PTS melalui fasilitas vicon sehingga hemat biaya," ujar pria berkacamata ini.

Bahkan, konsorsium sudah merencanakan menerima mahasiswa baru secara bersamaan dengan biaya kuliah yang sama. "Ibarat perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuat ujian masuk bersama, PTS seharusnya bisa mengadakannya. Bukan hanya penerimaan bersama, bahkan konsorsium membuat biaya kuliah, fasilitas, dan standar kelulusan yang sama," katanya.

Untuk meningkatkan mutu PTS-PTS di bawah konsorsium D-3 TKJ Jabar, kata Solihin, belum lama ini mengadakan studi banding ke Malaysia yakni Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Multi Media University (MMU). "Dengan UTM sudah ada kesepakatan mahasiswa D-3 TKJ bisa kuliah di Malaysia sehingga mendapat sertifikat bahkan ijazah ganda nantinya. Dosen UTM juga bisa mengajar di Jawa Barat," katanya. (Sarnapi/"PR")***

Penulis:
Back