• Rabu, 10 Februari 2010
  •                     |                            
  • PR Online
  • Home
  • Pikiran Rakyat Cetak
  •                             |

PDF

  • screenshoot pr cetak

OLE-OLE

 
si kabayan

CUACA BANDUNG

Utara Timur Selatan Barat Tengah
Sumber: BMG Bandung

JADWAL SHOLAT

Bandung & Sekitarnya
Subuh 04:35 WIB
Zuhur 12:06 WIB
Asar 15:21 WIB
Magrib 18:17 WIB
Isya 19:28 WIB

TUNGGU DULU

SATU restoran tradisional di Dubai (UAE) telah menambahkan masakan baru ke dalam menunya yang dikatakan pilihan bagi pemakan daging yang sadar kesehatan, yaitu ”camel burger” (burger unta). Burger dengan seperempat pon daging unta diisi keju dan saus, demikian laporan Xpress. Asisten Manajer Ali Ahmad Esmail mengatakan, burger itu bebas lemak dan kolesterol. Bisa ditemani dengan minuman ringan atau susu unta. Tahun lalu, satu kedai makanan cepat saji di Arab Saudi juga memasukkan burger anak unta di dalam daftar menunya. (Rtr)***

Nashihah Wanatijah
Bekal Mental Hadapi Ujian Hidup

Oleh K.H. Abuyahya Purwanto, S.Si.

Di antara sifat orang yang beriman adalah merasa gembira dengan datangnya Ramadan, dan merasa sedih dengan kepergiannya. Oleh karena itu, detik-detik dalam bulan penuh berkah ini digunakan untuk benar-benar mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla dengan berbagai ibadah: saum, Tarawih, sedekah, membaca serta mempelajari Alquran, dll. Makin dekat ke akhir Ramadan, semangatnya makin tinggi dalam mengejar ampunan dan rahmat Allah Subhaanahu wa Ta`aala dengan puncaknya beriktikaf di sepuluh malam terakhir untuk mendapatkan Lailatulqadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sifat seperti ini merupakan bukti keimanannya dalam memenuhi seruan Rabb-nya agar bersegera untuk mendapatkan ampunan dari-Nya dan surga yang seluas langit dan bumi, ketika datang kesempatannya memanfaatkan bulan yang mendatangkan ampunan dan ketakwaan.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa " (Q.S. Aali `Imraan : 133).

Sebagai orang yang menyadari dosa-dosa, kita tentu sangat membutuhkan ampunan Allah agar kita tidak mengulangi dosa-dosa tersebut dan menebusnya dengan perbuatan-perbuatan baik, agar selamat dari bencana di dunia ini ataupun azab di akhirat nanti. Bahkan, dengan semakin terbukanya penemuan modern, kita seharusnya makin mengharapkan surga seluas langit dan bumi. Bayangkan, bumi yang dihuni sekitar 8 miliar manusia sudah terasa luas, padahal hanya satu noktah kecil dibandingkan dengan luasnya langit. Matahari pusat tata surya berjarak 150 juta km dari bumi dan besarnya lebih dari sejuta kali bumi.

Masalahnya, kita tak mungkin meraih surga tanpa diuji dulu di dunia ini ketika kita mengaku sebagai orang beriman. Sebagaimana makna ayat berikut ini,

"Apakah kamu mengira, kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar" (Q.S. Aali `Imraan : 142).

(Catatan kaki dalam terjemah Alquran, jihad dapat berarti: 1. Berperang menegakkan Islam dan melindungi orang Islam; 2. Memerangi hawa nafsu; 3. Mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.)

"Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan (saja) mengatakan: `Kami telah beriman`, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang yang sebelum mereka, sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (Q.S. Al Ankabuut : 1-3).

Salah satu ujian keimanan, kita merasakan banyak persoalan menjelang Ramadan ini. Para pemimpin dan penegak hukum banyak diajukan ke pengadilan. Belum lagi kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, dan maraknya tayangan yang memancing syahwat. Bagi orang beriman, Ramadan seolah penyejuk untuk menemukan solusi hidup. Namun orang lemah iman makin murung karena dibayangi ketakutan. Sungguh benarlah firman Allah Jalla Jalaaluh yang artinya,

"Tak ada suatu musibah pun menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. At Taghaabun : 11).

Petunjuk yang diberikan-Nya pada hati orang beriman, keimanan salah satu rukunnya iman kepada takdir Allah yang syukur, takdir pahit membuahkan sabar. Lebih jauh kesabaran akan melahirkan rida karena yakin yang sudah terjadi ketentuan Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang, malah melahirkan syukur setelah menemukan hikmah di balik musibah.

"Tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (Q.S. Al Anbiyaa : 35).

Mari kita jadikan bulan Ramadan bekal mental menghadapi ujian hidup. Mumpung masih berada di bulan penuh berkah, jangan biarkan semangat ibadah kita menurun. Bayangkan bila Ramadan ini terakhir, jangan sampai kita menyesal tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Wallahu a`lam.***

Penulis, pembina Wahdah Islamiyah Bandung, pimpinan Ma`had Al Amanah Lembang, mubalig, alumnus Astronomi ITB.

Penulis:
Back