Pasang Reklame ‘Bukan Calon Wali Kota’, Ujang Mengaku Didekati Partai Politik

Lampu limar/GITA PRATIWI/PR
UJANG Koswara mendemonstrasikan kerja lampu LED dengan tenaga blower dari 'kompor sakti' ciptaannya, kepada siswa SMA Negeri 10 Bandung, Jumat, 3 November 2017.*

BANDUNG, (PR).- Aktivis sosial Ujang Koswara, yang memasang baliho berbunyi ‘bukan calon wali kota bdg’ mengaku didekati partai politik. Alasan pendekatan itu justru menawarkan Ujang agar ikut dalam bursa Pemilihan Wali Kota Bandung 2018.

Hal itu diakui Ujang Koswara seusai jadi pembicara Alumni Berbagi di SMA Negeri 10 Bandung Jumat, 3 Mei 2017. “Sampai detik ini banyak yang mendekati, partai-partai politik, tujuannya biar saya maju jadi calon wali kota. Tapi yang bikin saya enggan, adalah kalau mau maju harus jadi anggota partai dulu. Di situ saya enggak mau,” kata Ujang saat diwawancara.

Selain partai politik ia pun mengaku digandeng orang-orang yang berminat pada jalur independen. Ujang mengaku tertarik dengan tawaran itu karena tidak perlu menjadi anggota parpol. “Tapi waktunya tidak cukup. Dikira saya masih lama, tahunya tanggal 25 November sudah harus daftar. Itu kan sebentar lagi,” ujar Ujang Koswara.

Konsisten dengan niatan awal memasang baliho, Ujang mengatakan dia hanya ingin jadi standar bagi orang yang mengaku-aku calon wali kota. Namun, kalau ke depan ada partai yang cocok atau tidak mewajibkannya jadi anggota, ada kemungkinan ia akan menerima pinangan. “Jadi kalau nanti jadi calon wali kota, balihonya diganti. Jadi ‘bukan calon wali kota biasa’. Ditambah kata 'biasa' gitu,” selorohnya.

Safari politik?

Belakangan ini ia semakin sering hadir sebagai pembicara sebuah acara. Dalam acara-acara tersebut, dia membagikan pengalaman dalam membuat lampu Limar yang namanya diambil dari singkatan Listrik Mandiri Rakyat. Kemudian soal kompor 'sakti', sebuah inovasi yang ia tawarkan, untuk mengatasi sampah rumah tangga dan kebutuhan energi. Kompor tersebut beroperasi dengan tenaga gas yang keluar dari sampah yang terbakar. Gas tersebut juga memutar blower hingga akhirnya terproduksi listrik 5 watt untuk mengisi baterai handphone. Di balik produksi tersebut, Ujang Koswara memberdayakan anak jalanan, narapidana, dan santri.

Saat ditanya apakah ini bagian dari safari politik, ini jawaban Ujang. "Banyak sekolah yang saya datangi. Di Kuningan, di Garut dan banyak lagi, tapi sebagai alumni saya malah belum ke SMA 10," katanya.

Maka dengan almamaternya dia meneken MoU untuk mendorong pembelajaran wirausaha di SMA Negeri 10 Bandung. "Alumni 10 itu banyak yang sukses tapi nggak mau sombong. Mungkin kalau dimulai sama saya semakin banyak senior yang mau berbagi," katanya.***

Baca Juga

Bandung Butuh Penitipan Anak yang Dijamin Pemkot

BANDUNG, (PR),- Sambil halalbihalal bersama warga, pasangan Pilwalkot Bandung 2018 nomor urut 1, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) terus bergerak turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan program.