Caketum Golkar tak Bisa Mengajukan Diri Mendadak di Munaslub

golkar, agun gunanjar
Politisi Partai Golkar Agun Gunandjar/MUHAMMAD ASHARI/PR
SEKRETARIS Steering Comittee Munas Luar Biasa Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa di sela-sela rapat pleno SC, Rabu, 20 April 2016.*

JAKARTA, (PR).- Rangkaian rapat pleno steering comittee diselenggarakan di Kantor DPP Partai Golkar untuk persiapan menjelang munas luar biasa, Rabu, 20 April 2016. Rapat pleno tersebut membahas berbagai persoalan, salah satunya terkait mekanisme pemilihan caketum.

Sekretaris Steering Comittee Munaslub Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, kandidat yang maju sebagai caketum Partai Golkar akan diatur untuk persoalan verifikasinya. Dia mengatakan, kandidat harus mengikuti serangkaian tahapan kampanye ke pemilik suara, selain menyerahkan syarat kepada SC untuk bisa maju sebagai kandidat. Setelah itu, dalam munaslub kandidat akan diumumkan oleh panitia.

Tahapan verifikasi diperlukan dalam proses penjaringan caketum agar pada saat munaslub tidak ada orang yang tiba-tiba mencalonkan diri. Menurutnya, caketum harus lulus syarat yang ditentukan oleh SC, tidak ujug-ujug datang pada saat munaslub dan menyatakan maju sebagai kandidat caketum. "Kandidat yang diumumkan itu kemudian dipilih oleh pemilik suara. Dipanggil satu-satu, sampai syarat minimum untuk caketum sebanyak 30% terpenuhi," kata dia di sela-sela rapat pleno SC.

Dia mengatakan, dengan skenario ada dua caketum yang mendapatkan dukungan antara 30% sampai 50%, keduanya memenuhi syarat untuk dipilih menjadi ketua umum. Akan tetapi, dengan skenario ada dua caketum yang memenuhi syarat, tidak akan langsung dilakukan voting. Namun diupayakan dulu langkah musyawarah di antara dua kandidat. Keduanya diarahkan untuk bermusyawarah mengenai posisi ketua umum, akan dilakukan pemilihan atau tidak.

Bila kedua kandidat sepakat untuk musyawarah dan menetapkan salah satu sebagai ketum, hasil tersebut akan dilempar lagi ke peserta munaslub. Bila ternyata peserta tidak menyetujui hasil musyawarah yang menetapkan ketum tanpa voting, maka pemilihan berdasarkan voting akan dilakukan.

Dia menambahkan, dengan skenario ada enam kandidat yang maju dan ternyata tidak memenuhi syarat minimum 30%, maka harus ada forum musyawarah mufakat di antara para caketum. Namun demikian, berbeda halnya bila terjadi skenario dari enam kandidat, ternyata hanya satu kandidat yang meraih suara sebanyak 50%, itu sudah otomatis menjadi ketua umum.

Agun menambahkan, skenario pemilihan seperti itu, dan bahasan lainnya di dalam Rapat Pleno SC akan dibawa ke Pleno DPP Partai Golkar pada 26 April 2016. Panitia pengarah yang saat ini melakukan pleno bertugas mempersiapkan seluruh rancangan, substansi, materi, jadwal, tempat dan lain sebagainya untuk kepentingan munaslub.***

Baca Juga