Siapa Berpeluang Jadi Gubernur Jabar?

calon gubernur, pilgub Jabar
Ilustrasi/DOK PR
BANDUNG, (PRLM).- Pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Barat masih dua tahun lagi. Namun, sejumlah nama mulai bermunculan ke ranah publik yang dinilai berpeluang maju sebagai calon gubernur Jawa Barat menggantikan posisi Ahmad Heryawan.
 
Pengamat politik Asep Warlan melihat bahwa seorang tokoh masyarakat berpeluang tampil dalam sebagai calon gubernur Jawa Barat apabila dia memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai gubernur Jabar. 
 
“Dia juga harus paham dan mengerti dgn detail potensi, masalah, dan tantangan Jabar dalam lima  tahun ke depan. Bukan sekadar tahu di permukaan saja. Memiliki integritas tinggi dan tak ada cacat reputasi baik hukum, moral, dan memiliki pengalaman dalam memimpin organisasi baik di pemerintahan atau di masyarakat,” katanya, Rabu (2/3/2016) malam, di Bandung.
 
Selain itu, seorang calon gubernur Jabar juga harus memiliki jejaring yang luas, secara ekonomi sudah mapan, memiliki modal finansial yang cukup, memiliki tim sukses yamg solid, serta memiliki program kerja yang rasional dan sesuai kebutuhan rakyat Jabar.
 
Dari kriteria tersebut, Asep melihat sejumlah tokoh diperkirakan akan tampil dan mumpuni menjadi Gubernur Jabar. Antara lain,  Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, istri Ahmad Heryawan Gubernur Jabar Netty Prasetiyani Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Bogor Arya Bima, Ketua PDI Perjuangan Jawa Barat Tb Hasanudin, anggota DPR Dede Yusuf, cendekiawan Ganjar Kurnia, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutrisno, pakar politik Dede Mariana, Karim Suryadi, Indra Perwira, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, hingga Pangeran Arif dari Kasepuhan Cirebon.
 
Semua nama itu, kata Asep Warlan, pantas dan berpotensi menjadi calon juga berpeluang menang. Alasannya, karena tokoh-tokoh itu sudah populer. Popularitas tersebut sebagai modal sosial untuk maju, lalu punya kapasitas dan kompetensi yang memadai, berintegritas, mencintai masyarakat Jabar dan punya komitmen untuk pembangunan di daerah Jabar.
 
“Mereka juga mampu membuat perubahan untuk Jabar lebih maju. Meski demikian, dari tokoh-tokoh tadi, ada juga kelamahannya atau kekurangannya. Antara lain, dukungan finansial, lalu ada juga kemungkinan dukungan parpol dan jejaring,” katanya.   
 
Calon gubernur harus punya komitmen untuk memajukan Jabar
 
Sementara itu, Muradi, Kepala Program Pasacsarjana Ilmu Politik Universitas Padjadjaran mengatakan, ada 5 tokoh yang diperkirakan tampil dalam Pilgub Jabar yaitu Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, TB Hasanuddin atau dari independen.
 
“Mereka memang sosok yang populis, sebagian muncul dari kalangan muda, memiliki pemikiran segar dan mampu membaca peta politik ke depan, “ katanya.
 
Dari sisi dukungan politik, seperti Dedi Mulyadi berpeluang akan didukung oleh Golkar. Sementara, Deddy Mizwar oleh Partai Keadilan Sejahtera yang mungkin akan disandingkan dengan Netty Heryawan, Dede Yusuf oleh Demokrat, lalu PDI Perjuangan bisa mendukung Tb Hasanuddin. Wali Kota Bandung tak tertutup kemungkinan didorong kembali oleh Gerindra. 
 
Bagaimana dengan pilihan Anda? Suarakan pilihan Anda di sini. (Undang Sudrajat)***

Baca Juga

BJB Siap Bantu Pembangunan Infratsruktur Jawa Barat

BANDUNG, (PR).- Direktur Utama PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), Ahmad Irfan, mendukung himbauan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, agar para kepala daerah di Jabar dapat memanfaatkan dana pinjaman dari Bank BJB