Hadapi Persib, PSMS Medan Merendah

PSM vs PSMS/ANTARA
PEMAIN PSM Makassar Asnawi Mangkualam (kiri) berebut bola dengan pemain PSMS Medan Sadney Khotage (kanan) dalam pertandingan Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2018.*

BANDUNG, (PR).- PSMS Medan merendah jelang pertandingan klasik kontra Persib Bandung, Minggu 21 Januari 2018. Laga kedua Grup A Piala Presiden 2018 itu akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Sepak mula pertandingan berlangsung pukul 19.30 WIB. 

Sikap merendah PSMS Medan diungkapkan terkait komposisi dan status tim mereka. Selain tidak belanja banyak pemain bintang untuk menghadapi musim 2018, Ayam Kinantan juga berstatus tim promosi dari level kedua. 

Meski demikian, pada kenyataannya, tim itu berhasil meraih kemenangan di laga perdana Grup A Piala Presiden 2018. Berhadapan dengan PSM Makassar, Ayam Kinantan mengalahkan Pasukan Ramang tersebut dengan skor 2-1.

"Dari awal, tidak ada yang mengunggulkan kami, tapi bersyukur dengan kerja keras, kami bisa menang lawan PSM Makassar dan di pertandingan lawan Persib nanti, kami juga harus lebih bekerja keras," kata Pelatih Kiper PSMS, Sahari Gultom di sesi konferensi pers prapertandingan di Hotel Grand Tjokro, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu 20 Januari 2018.

Pandangan serupa dilontarkan pelatih PSMS Medan sekaligus legenda hidup Persib, Djadjang Nurdjaman. Pria yang akrab disapa Djanur itu mengakui, PSMS Medan bukanlah tim favorit di kancah Piala Presiden 2018. 

Dia bahkan lebih banyak memuji keunggulan tim-tim lawan, khususnya para penghuni Grup A. Seperti diketahui, Grup A Piala Presiden 2018 dihuni PSMS Medan, Persib Bandung, PSM Makassar, dan Sriwijaya FC.

"Sriwijaya FC musim ini belanja banyak pemain, pemain asing saja sampai menumpuk. PSM main bagus musim lalu dan tak banyak mengubah skuat di musim ini. Kalaupun ada yang masuk PSM, itu pemain berkualitas. Persib, kita tahu merupakan tim besar dan sekarang dipimpin pelatih hebat. Sementara kami dihuni mayoritas pemain muda dan masih dalam masa persiapan sampai manajer kami pun muda, baru 25 tahun," kata Djadjang Nurdjaman.

Laga klasik

Meski sadar tak diunggulkan, Djanur memberi garansi bahwa tim asuhannya akan bekerja maksimal. Semangat juang sebagai pemain-pemain muda ditambah permainan agresif khas Medan menjadi andalan PSMS di kompetisi ini.

"Dengan kekuatan yang ada dan persiapan yang sudah kami lakukan, kami akan berikan perlawanan maksimal. Semangat anak muda Medan itu tak akan menyerah begitu saja," kata Djanur.

Terkait julukan laga klasik untuk pertemuan Persib dan PSMS Medan, Djanur mengamininya. Apalagi saat masih bermain untuk Persib di masa Perserikatan, ia merasakan langsung sengitnya persaingan kedua klub.

"Kalau dikatakan klasik, mengingat sejarah sepak bola Indonesia, memang ya seperti itu. Memang PSM, PSMS, Persebaya, Persib, dan Persija itu klub legendaris sejak era Perserikatan," kata Djanur.***

Baca Juga

berita persib hari ini

4 Sikap Tak Biasa Djadjang Nurdjaman saat PSMS Vs Persib

LAGA lanjutan Grup A Piala Presiden yang mempertemukan Persib Bandung dan PSMS Medan, Minggu, 21 Januari 2018, lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Ada persaingan sejak era Perserikatan di dalamnya.