Aturan Ketat dan Denda Sampai Rp 500.000 demi Kekompakan Tim Persib

Latihan Persib/WILUJENG KHARISMA/PR
PEMAIN Persib saat berlatih di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu 24 Desember 2017.*

DEMI menjaga kekompakan tim yang sudah mulai terbangun, tim pelatih Persib Bandung menerapkan bberapa aturan bagi para pemain. Tak hanya harus ditaati, para pemain yang melanggar juga akan dikenai sanksi. 

Asisten pelatih Persib Bandung, Herrie Setyawan mengiyakan adanya aturan tersebut. "Aturan telah disepakati oleh tim dan Mario Gomez selaku pelatih," ujar dia seperti dilansir laman resmi Persib.

Beberapa aturan penting, kata Herrie, di antaranya adalah kewajiban mengenakan seragam saat latihan dan bepergian dalam agenda Persib. Selain itu, pemain juga tidak boleh datang terlambat saat makan siang dan makan malam. 

Demi menjaga dari kesalahan persepsi, pemain pun tidak diperkenankan berbicara kepada media selain media resmi dan media ofisial Persib. Jika melanggar salah satu dari aturan tersebut, pemain akan dikenai sanksi berupa denda mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Herrie Setyawan menegaskan, aturan tersebut murni diterapkan guna menjaga kekompakan antarpemain dan menjaga pola hidup yang disiplin. "Aturan ini wajar dan sudah sering diterapkan oleh tim pelatih top sekali pun," ujar dia. 

Herrie yakin dengan aturan tersebut, tak hanya disiplin yang akan tertanam dalam keseharian pemain. Namun juga kekompakan dan kekeluargaan. 

Terkait dengan uang denda dari pelanggar, Herrie Setyawan menegaskan bahwa uang itu tidak akan disalahgunakan. Jika terkumpul, uang denda tersebut akan kembali ke pemain dalam bentuk lain.

Pemain Persib mengapresiasi

Mengomentari penerapan aturan tersebut, bek sayap kanan senior, Supardi Nasir mengapresiasi dengan baik. Ia menilai semangat kebersamaan disiplin seperti itu akan membawa dampak positif bagi Persib pada musim depan. 

Menurut Supardi, aturan tersebut sudah diterapkan sejak pemusatan latihan di Yogyakarta. "Misalkan waktu makan dan berangkat latihan, kita harus sama--sama. Itu kebersamaan yang mengesankan," ujar Supardi. 

Supardi mengakui jika aturan ketat seperti itu ia rasakan sebelumnya. Namun, sekalipun tak bisa sedikit berleha-leha seperti dulu, ia justru lebih bersemangat dengan aturan tersebut. 

Peraturan seperti ini sebenarnya hampir pernah dilakukan di Persiba, terutama ketika ditangani pelatih asing. Hal seperti ini sebenarnya bukan membatasi ruang gerak pemain, tapi pelatih ingin membangun kebersamaan sehingga semua mesti dilakukan bersama-sama dengan kompak. ***

Baca Juga

Supardi: Kapten Hanya Simbol

BANDUNG, (PR).- Bek sayap kanan Persib, Supardi Nasir Bujang menilai jabatan kapten dalam tim hanyalah simbol semata.