Patrich Wanggai di Persib, Harapan atau Tantangan?

Patrich Wanggai/TWITTER

BANDUNG, (PR).- Kehadiran Patrich Wanggai menggiring optimisme baru bagi lini depan Persib Bandung musim depan. Striker kelahiran Nabire, Papua, 27 Juni 1988 itu diharapkan bisa menambah ketajaman taring Maung Bandung yang terbilang tumpul pada Liga 1 2017 lalu.

Diprediksi, Patrich bakal menjadi partner bagi striker asal Chad, Ezechiel N'Douassel yang selama ini tak punya teman berduet di kotak penalti lawan. Sementara sebagai pelapis, striker senior Airlangga Sucipto pun sudah pulang kandang ke tim Pangeran Biru.

Sebagai pendukung, penyerang sayap potensial Billy Keraf pun kemungkinan besar masih akan berjersey biru-biru kebanggaan bobotoh musim depan. Sebuah asa yang cukup menjanjikan di tengah masih berkutatnya Tantan dan Sergio Van Dijk dengan cedera yang mereka alami.

Sosok Patrich sendiri memang sudah tak diragukan lagi di persepakbolaan nasional. Sebagai ujung tombak timnas U-23 ia pernah mencetak 8 gol dari penampilannya pada 2011.

Bersama klub, Patrich pernah mencatatkan rekor terbaik 42 gol dari 68 laga bersama Persidafon Dafonsoro pada musim 2009-2012. Meski tak begitu cemerlang, penampilannya bersama Persipura Jayapura musim 2012-2014, Sriwijaya FC 2014-2016 dan Madura United 2016 juga tak kalah meyakinkan.

Pertaruhan

Meskipun demikian, tanda tanya besar soal ketajaman Patrich sebenarnya terjadi pada Liga 1 2017. Ia hanya mampu mencetak 1 gol dari 24 laga bersama Pusamania Borneo FC.

Tak heran jika Patrich ketika itu kalah bersaing dengan striker lokal lain. Sebut saja Lerby Eliandry sebagai pemain tersubur PBFC dengan 16 gol dari 32 laga. Soal produktivitas, musim lalu Patrich juga masih kalah dari gelandang lokal PBFC Sultan Samma yang mencetak 4 gol dan Riswan Yusman 2 gol.

Harapan besar bobotoh, Patrich justru bisa bangkit dan kembali tajam bersama Maung Bandung. Apalagi sejauh ini belum pernah ada pemain asal Papua yang bisa menjadi idola bobotoh ketika berseragam tim Pangeran Biru.

Ya, Patrich memang bukan pemain asal Papua pertama yang bergabung dengan Persib. Pada ISC A 2016 lalu, ada nama-nama lain seperti Yanto Basna dan David Laly yang tampil tak begitu memuaskan sehingga tergeser dan harus hengkang pada Liga 1 2017.***

Baca Juga

Persib Dulu dan Sekarang di Kepala "Profesor Persib" dan Bobotoh

KONDISI Persib musim lalu yang tidak secemerlang ketika menjadi juara pada 2014 dan juara Piala Presiden 2015 menimbulkan kritik dari mantan pemain dan bobotoh mengenai permainan tim dan pemain baru yang didatangkan manajemen klub.