Filosofi Menggugah ala Roberto Carlos Mario Gomez di Mata Supardi

Latihan Persib/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SEJUMLAH pemain Persib Bandung menjalani latihan perdana di Lapangan Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu 13 Desember 2017.*

PARA pemain Persib mulai merasakan tangan dingin Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez saat mereka menjalani latihan perdana yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

Pada latihan yang telah berlangsung selama empat hari, skuad Maung Bandung belum lengkap. Sebanyak 16 pemain yang sudah bergabung latihan mampu beradaptasi dengan gaya latihan yang dilakukan oleh pelatih asal Argentina tersebut.

Salah satunya adalah Supardi Nasir Bujang yang telah merasa­kan program latihan dari Roberto carlos Mario Gomez. Bersama para pemain lainnya, pemain belakang andalan Persib ini begitu antusias saat mengikuti materi latihan.

Dia mengakui, latihan yang dilakukan sudah mulai fokus pada pertahanan dan latihan juga dilakukan secara pelan-pelan serta tahap demi tahap sehingga masih dalam proses mengasah kemampuan untuk kembali pada penampilan semula. 

”Kendala tidak ada dan latihan juga masih santai tidak bisa di-push sehingga masih sekitar 60 persen. Pemain juga belum lengkap dan saya juga tidak tahu siapa pemain yang akan da­tang,” tutur Supardi di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat 17 Desember 2017 lalu.

Melihat gaya Roberto carlos Mario Gomez dalam melatih, pemilik nomor punggung 22 itu mengatakan, saat hari pertama dikumpulkan, pelatih berusia 60 tahun tersebut telah menunjukkan karakternya kepada para pemain. 

Filosofi

”Dia ingin, di sepak bola ini, tidak satu untuk sebelas tetapi sebelas untuk satu. Dia tidak mau satu bermain tetapi 10 bekerja, dia mau 11 pemainnya bekerja semua. Saat dapat bola kita serang, saat tidak dapat bola, tetap kerja. Itu filosofi dia kemari,” katanya.

Supardi mengatakan, dia meyukai filosofi yang diterapkan Roberto carlos Mario Gomez tersebut. Dia sangat menyukai pemain yang bekerja keras dan dia berusaha untuk menunjukkan seperti itu. 

Dia menambahkan, saat ini, posisi tidak menjamin siapa pemain yang akan main, tidak ada kata pemain senior atau pemain bintang. Baik pemain lokal maupun asing, semuanya sama di mata pelatih saat ini.

”Sekarang semua punya potensi. Siapa yang mau kerja, sekarang berpeluang masuk di tim. Itu yang diomongkannya. Jadi, harus ingat omongan Roberto carlos Mario Gomez. Dia memang sudah menegaskan dari awal, kerja, kerja, dan kerja,” ujarnya. 

Persamaan karakter

Sebelumnya, Supardi juga pernah merasakan tangan dingin pelatih asing dan menurut dia, rata-rata mereka mempunyai karakter. Pemain yang berjuang dan mati-matian untuk tim, itu yang mereka suka dari pemain. 

”Dari mana pun pelatih asing berasal, ada perbedaan sedikit tetapi hampir semuanya menyukai pemain yang kerja keras. Itu memang sudah menjadi karakter yang dimiliki oleh pelatih saat ini,” ucapnya.
Supardi mengatakan, dia siap berkolaborasi dengan pemain baru yang akan bergabung bersama Persib untuk mengarungi kom­petisi musim depan. Bahkan, dia siap membantu pemain baru nanti supaya bisa cepat beradaptasi.

”Pemain baru pasti akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan Persib dan juga lingkungan terutama untuk pemain asing, karena pasti akan menemui banyak perbedaan saat ber­main di tim sebelumnya dan Persib,” tuturnya.***
 

Baca Juga