Harapan Besar Persib Berada di Pundak Roberto Carlos Mario Gomez

Ilustrasi/OLAH DIGITAL BUDHI SUTOMO
Roberto Carlos Mario Gomez.*

SELAIN berbagai faktor nonteknis yang sudah menjadi rahasia umum, semua bobotoh paham betul bahwa sosok pelatih kepala menjadi perma­salahan yang membuat prestasi Persib Bandung kembali menurun sejak meraih gelar juara LSI 2014 dan Piala Presiden 2015. 

Dalam dua musim Liga Indonesia terakhir, Maung Bandung pun ber­turut-turut harus berganti pelatih kepala di tengah jalan.

Pada 2016 lalu, pelatih asal Serbia Dejan Anto­nic dicecar bobotoh karena dinilai tak mampu membuat Pangeran Biru bermain baik dan me­raih hasil maksimal sejak laga uji tanding pramusim. 

dejan antonic, umuh muchtar, persib, pikiran rakyat

Hal itu pun akhirnya membuat Dejan Antonic memutuskan mundur dari posisinya pada pekan ke-6 ISC 2016.

Ketika itu, Djadjang Nurdjaman yang telah me­nyelesaikan kursus kepelatihan guna mendapat­kan lisensi A AFC, akhirnya kembali ditunjuk me­nangani Maung Bandung. 

Dukungan bobotoh pun kembali menguat dan Djadjang sukses mengangkat Persib ke peringkat ke-5 klasemen akhir.

Meski demikian, Liga 1 edisi 2017 justru menjadi titik balik dan Djadjang berada di posisi Dejan Antonic. Kontribusi gelar LSI 2014 dan Piala Presiden pun rupayanya tak membuat bobotoh memberikan toleransi saat Djanur masih belum mampu mengangkat Persib dari papan bawah klasemen sementara.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuat Djanur pun membuat keputusan yang sama dengan Dejan Antonic. Seusai Persib dijamu Mitra Kukar di Tenggarong dengan kekalahan 1-2, Djanur resmi mengundurkan diri dan posisinya kemudi­an hari digantikan Emral Abus hingga akhir musim.

Persib tak hanya menga­lami pergantian pelatih di tengah jalan pada dua musim terakhir. Sejak era Liga Indonesia, setidaknya tercatat delapan kali Maung Bandung mengalami pergantian pelatih sebelum kompetisi berakhir.

Peristiwa yang paling parah adalah pada Liga Super Indonesia 2010-2012. Maung Bandung dua kali mengalami pergantian pelatih. Setelah Daniel Darko Janackovic diberhentikan sebelum liga bergulir, sang pengganti, Jovo Cuckovic pun kemudian harus tergeser dan digantikan oleh pelatih lokal Daniel Roekito. 

Musim depan, Roberto Carlos Mario Gomez resmi didaulat menjadi arsitek Maung Bandung. Harapan besar berada di pundak Roberto Carlos Mario Gomez untuk mengang­kat Maung Bandung dari keterpurukan sekaligus menghindari pergantian pelatih di tengah jalan untuk ke­sembilan kalinya.

Berikut ini daftar pelatih Persib di Liga Indonesia

Liga Indonesia 1994-1995: Indra Thohir 
Liga Indonesia 1995-1996: Risnandar Soendoro
Liga Indonesia 1996-1997: Risnandar Soendoro
Liga Indonesia 1998-1999: M Suryamin
Liga Indonesia 1999-2000: M Suryamin, Indra Thohir
Liga Indonesia 2001: Deny Syamsudin
Liga Indonesia 2002: Deny Syamsudin
Liga Indonesia 2003: Marek Andrzej Sledzianowski, Juan Antonio Paez
Liga Indonesia 2004: Juan Antonio Paez
Liga Indonesia 2005: Indra Thohir
Liga Indonesia 2006: Risnandar Soendoro, Arcan Iurie
Liga Indonesia 2007-2008: Arcan Iurie, Jaya Hartono
Liga Super Indonesia 2008-2009: Jaya Hartono
Liga Super Indonesia 2009-2010: Jaya Hartono 
Liga Super Indonesia 2010-2011: Darko Janacković, Jovo Cuckovic, Daniel Roekito
Liga Super Indonesia 2011-2012: Drago Mamić, Djajang Nurdjaman
Liga Super Indonesia 2013: Djajang Nurdjaman
Liga Super Indonesia 2014: Djajang Nurdjaman
ISC A 2016: Dejan Antonić, Djajang Nurdjaman
Liga 1 2017: Djajang Nurdjaman, Emral Abus
Liga 1 2018: Roberto Carlos Mario Gomez***

Baca Juga

Persib Harus Lihat Gajah di Pelupuk Mata

Skuad Persib Bandung untuk Liga 1 musim 2018 masih tetap menjadi tanda tanya. Kepastian mengenai siapa yang bertahan dan siapa yang akan tergeser masih menunggu keputusan pelatih baru Maung Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez.