Gelandang Persib Supardi Nasir: Jangan Menghujat Pelatih

Pemain Persib Supardi/ADE BAYU INDRA/PR

SELAMA mengikuti kursus pelatih lisensi C AFC, banyak pengalaman serta pelajaran berharga yang bisa dipetik Supardi Nasir. Selain lebih mengetahui mengenai teknis dan dasar-dasar menjadi seorang pelatih, dia juga sadar bahwa peran seorang pelatih mengelola sebuah tim ternyata bukan perkara yang mudah.

“Ikut kursus pelatih kemain sangat berkesan. Saya sarankan buat teman-teman bukan karena kita sudah senior atau mau pensiun. Saya sendiri belum mau pensiun tapi di sini untuk kita pribadi. Jadi, kita tahu apa yang harus kita lakukan setelah jadi pemain,” tutur pemilik nomor punggung 22 tersebut, Rabu 6 Desember 2017.

Supardi mengatakan, selama mengikuti kursus yang diadakan dari tanggal 18 sampai dengan 30 November 2017 itu, sebagai pemain sepak bola, dia semakin paham mengenai pengenalan penerapan strategi dan lainnya.

“Tidak gampang jadi pelatih. Jadi, jangan menghujat pelatih. Saya sadar baru sekarang, kalau dulu mikirnya jadi pelatih itu gampang. Seorang pelatih itu pasti orang pintar karena dia harus sepersekian detik berpikir apa yang harus diperbuat untuk timnya,” katanya.

Sebagai pemain, tentunya hanya fokus 90 menit di lapangan tetapi sebagai pelatih, satu hari satu malam belum cukup untuk memikirkan apa yang harus dilakukan keesokan harinya. “Belum lagi kalau lawannya kuat, belum lagi kalau tim ini kalah, stres,” ujarnya.

Selama mengikuti Kursus, Supardi banyak menyerap pelajaran seperti saat menyusun program latihan serangan dari pinggir. Meski sudah diberikan contoh oleh instruktur, para peserta juga harus berpikir bagaimana menyusun strategi dan cara yang tepat.

Menurutnya, seorang pelatih dituntut menguasai teknik dan manajemen para pemainnya di atas lapangan. Dikatakannya, tugas pelatih adalah mendapatkan hasil maksimal dalam sebuah pertandingan.

Supardi sangat menikmati pengalaman selama menjalani kursus pelatih. Kebersamaan dengan beberapa pemain lainnya seperti Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Arif Suyono, Maman Abdurahman membuat jalannya praktik lebih mudah.

Selama dua minggu, para peserta harus menjalani berbagai materi baik praktik maupun pelajaran di dalam kelas. Adapaun para isntruktur yang memberikan materi adalah Mundari Karya dan Bambang Nurdiansyah, dan diawasi Emral Abus.

Lulus?

Selepas mengikuti kurus, saat ini Supardi sedang menunggu pengumuman kelulusan untuk menerima sertifikat pelatih lisensi C AFC. 

”Pengumumannya belum tahu kapan, biasanya beberapa bulan. Tapi insya Allah kalau masih (lisensi) C, peluangnya besar untuk lulus tetapi ada pertimbangannya juga,” ucapnya.

Dia juga sudah menyarankan kepada beberapa pemain Persib seperti Tantan untuk mengikuti kursus pelatih karena momen seperti itu tidak mudah didapat. Untuk mengikuti kursus, prosesnya cukup panjang. Supardi telah mendaftar untuk mengikuti pelatih lisensi C AFC sejak dia masih bergabung bersama Sriwijaya FC.  

Ikutnya para pesepakbola aktif dalam kursus itu merupakan bentuk kesadaran mereka untuk tetap berkecimpung di dunia sepak bola. 

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi persepakbolaan nasional karena regenerasi pelatih di masa depan akan menjadi lebih ketat. Juga menjadi preseden baik bahwa pesepakbola aktif sudah mempersiapkan diri setelah usia produktifnya terlewati.***

Baca Juga

Asisten Pelatih Persib Herrie Setyawan Sedang Gelisah

SETELAH hampir tiga bulan mengikuti kursus pelatih lisensi A AFC, Asisten Pelatih Persib Herrie Setyawan saat ini sedang menunggu pengumuman kelulusan kurus yang diadakan di Sawangan, Depok tersebut.

Jeni Jatnika Berharap Bisa Bergabung di Tim Persib

BANDUNG, (PR).- Latihan bersama Persib senior ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi Jeni Jatnika. Pemain Persib U-19 tersebut mengaku sebelumnya tidak pernah terpikir bisa mengikuti latihan bareng dengan tim senior.