Menanti Kemenangan Persib di Empat Laga Sisa

PEMAIN persib BandungEzechiel N'Doassel tampak kecewa dalam pertandingan lanjutan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis 21 Spetember 2017. Laga tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0.*
Ezechiel N'Douassel/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

AWAL putaran kedua, penampilan Persib mulai menjanjikan ketika bisa meraih kemenangan saat mengalahkan PS TNI 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat. Kemenangan ini berlanjut ketika mereka menaklukkan Persegres Gresik United 6-0 di tempat yang sama. Hal serupa juga menjadi gambaran mulai cemerlangnya prestasi Maung Bandung ketika bisa menang di kandang Sriwijaya FC dengan skor telak 4-1.

Namun, selepas kemenangan dari tim berjuluk Laskar Wong Kito, prestasi Persib Bandung justru cenderung stagnan. Maung Bandung meraih lima hasil seri dan dua kekalahan. Euforia bobotoh yang mulai optimistis tim kebanggaannya bisa bangkit setelah terpuruk, akhirnya kembali sirna.

Akibatnya, posisi Persib mulai tergusur ke posisi klasemen papan bawah meski masih berada di posisi aman dari jurang degradasi. Prestasi ini merupakan pencapaian buruk karena mereka tidak mampu bertahan di posisi 10 besar seperti pada liga-liga sebelumnya.

Hal tersebut tentunya bukan menjadi keinginan manajemen, pelatih, maupun pemain. Mereka semuanya selalu berupaya mengembalikan Persib bersaing di papan atas. Tetapi pada kenyataannya, hal tersebut tidak mampu diwujudkan. Bahkan hingga empat pertandingan tersisa, Persib belum bisa bangkit.

"Saya sudah sering menyampaikan untuk bangkit kepada para pemain. Tapi kenapa hasilnya seperti ini. Sebetulnya hasil yang diraih enggak jelek-jelek amat. Mungkin karena posisi Persib saja yang sekarang berada di papan tengah,” tutur Asisten pelatih Persib, Herrie Setyawan di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Senin 23 Oktober 2017.

Dia mengatakan, timnya harus main maksimal di empat laga tersisa meski lawan-lawan yang akan dihadapi cukup berat. Setidaknya, Maung Bandung tinggal membutuhkan minimal tiga poin untuk mengunci zona aman supaya terhindar dari ancaman degradasi.

Laga-laga berat bagi Persib

Persib akan kembali bertanding pada Jumat 27 Oktober 2017 di Stadion Si Jalak Harupat dengan menjamu Mitra Kutai Kartanegara. Saat ini Mitra Kukar menempati peringkat ke-10 klasemen sementara. Jika Maung Bandung bisa meraih kemenangan, maka posisi Maung Bandung akan kembali naik ke peringkat 11 dan mengamankan posisi dari degradasi.

"Empat laga yang akan kami hadapi semuanya berat. Tidak bisa kita prediksikan karena buktinya seperti yang semua tahu. Tiga poin sebenarnya aman untuk lolos dari degradasi. Kami harus ambil kemenangan di laga terdekat. Banyak yang akan kami perbuat lawan Mitra Kukar,” kata dia.

Tim akan kembali melakukan latihan pada Selasa 24 Oktober 2017 untuk mempersiapkan diri sebelum tampil melawan Mitra Kukar. Dengan jeda empat hari, diharapkan stamina para pemain bisa kembali optimal dalam pertandingan nanti.

Mengenai tekanan dari bobotoh, dirinya meminta agar bobotoh bisa terus mendukung untuk mengangkat moril tim. Ibarat roda yang berputar, kadang berada di atas atau di bawah, itula kondisi Persib yang terjadi saat ini.

“Dalam kondisi Persib seperti ini dalam situasi sulit berarti sebuah ujian, Dalam situasi seperti ini, kami butuh dukungan moril untuk sama-sama bangkit di empat pertandingan tersisa yang akan dihadapi,”ujar dia. ***

Baca Juga