Bobotoh Panggil Billy Saat Persib Mati Kutu

Pemain Persib Billy Keraf/USEP USMAN NASRULLOH/PR

HINGGA pertengahan babak kedua, Persib Bandung masih belum juga mampu mencetak gol saat menjamu Madura United, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis 19 Oktober 2017. 

Hal itu jelas memicu kekhawatiran bobotoh akan hasil seri kelima kali berturut-turut yang mungkin diderita tim kesayangannya itu di kandang sendiri.

Di antara dentuman suara genderang, bobotoh pun kembali meneriakkan nama "Billy... Billy... Billy". Teriakan yang menjadi kode keinginan mereka agar tim pelatih menurunkan pemain muda, Fulgensius Billy Paji Keraf di sisa laga tersebut.

Sore itu, teriakan tersebut bukanlah pertama kalinya digaungkan bobotoh di stadion. Teriakan serupa disuarakan saat Maung Bandung tak mampu mengoyak jala gawang Barito Putera pada laga kandang sebelumnya.

Harapan agar Billy Keraf dimainkan memang wajar bagi bobotoh. Soalnya pemain kelahiran 8 November 1997 itu memang kerap kali menjadi pembeda saat pemain lain yang turun sejak awal mengalami kebuntuan.

Layak juga rasanya jika julukan supersub dalam skuad Pangeran Biru musim ini ditujukan pada pemain bernomor punggung 20 itu. Apalagi ia pernah mencetak gol tunggal yang membawa Maung Bandung mencuri tiga poin di kandang Persegres, 3 Mei 2017 lalu.

Kali ini harapan bobotoh dijawab oleh Asisten Pelatih Persib Herrie Setyawan yang memasukkan Billy Keraf menit ke-72. 

Meski belum menciptakan peluang emas, pergerakan lincah Billy Keraf setidaknya memberikan secercah harapan pada bobotoh yang haus akan kemenangan.

Meskipun demikian, lagi-lagi takdir berkata lain bagi Persib. Selang delapan menit dari masuknya Billy Keraf, Dedi Kusnandar yang juga baru bermain selama 15 menit, diusir ke luar lapangan lewat kartu merah dari wasit asal Iran, Alireza Faghani.

Alih-alih memecah kebuntuan, kondisi itu justru membuat Billy Keraf hampir sulit mendapatkan suplai bola untuk mengobrak-abrik pertahanan Madura United. 

Keluarnya Dedi Kusnandar membuat lini tengah Persib menjadi pincang dan sulit untuk menguasai bola, apalagi memberikan umpan ke lini serang.

Tanpa gelandang tengah, Persib memang terpaksa mengandalkan umpan-umpan lambung langsung dari area pertahanan ke depan. Hal ini jelas menyulitkan Billy yang berpostur tidak terlalu tinggi.

Apalagi saat itu, Billy masuk menggantikan Ezechiel yang biasanya menjadi penyambut umpan-umpan tinggi. 

Tanpa Ezechiel, Billy pun harus bekerja lebih keras menyambut bola-bola udara meski akhirnya jarang memenangi duel dengan para bek Madura United yang berpostur lebih tinggi.

Kendati begitu, hal itu ternyata bukan kendala utama bagi Billy. Beberapa kali ia tetap sempat mampu menerima umpan dari lini belakang dan memanfaatkannya untuk menusuk jantung pertahanan Madura United.

Kendala utama bagi mantan pemain Timnas U-12, U-14, dan U-19 ini justru kekurangan pemain yang dialami Persib sejak diusirnya Dedi Kusnandar . 

"Kami kekurangan pemain karena harus bermain dengan 10 orang. Kita juga harus membagi fokus dengan bertahan karena sejak itu kita juga terus diserang," ucapnya.

Dengan berbagai kendala itu, Billy pun mengaku kecewa. Bukan karena ia tak mampu kembali menjadi pembeda, tetapi karena Persib kembali harus menelan hasil imbang di kandang sendiri. 

"Mewakili pemain lain, saya memohon maaf kepada bobotoh karena kami kembali dapat seri di kandang. Namun, kami sudah kerja keras dan bermain mati-matian," tutur Billy.

Dia menegaskan, dalam setiap laga keinginan para pemain pun sama seperti bobotoh, yaitu meraih kemenangan. Apalagi, jika berlaga di depan publik sendiri, poin penuh jelas menjadi harga mati bagi para pemain.

Menurutnya, hasil yang didapat sudah merupakan takdir yang diberikan Tuhan. Yang penting para pemain sudah memberikan yang terbaik, sekalipun hasilnya tak sesuai harapan semua pihak.

Di sisi lain, dia berharap bobotoh tetap memberi dukungan kepada Maung Bandung dalam kondisi apa pun. Terlebih saat Maung Bandung sedang terseok-seok seperti saat ini. Hanya dukungan bobotoh yang bisa membuat mental dan motivasi para pemain tetap tinggi di sisa laga yang akan dilakoni.***
 

Baca Juga

Susunan Pemain Persib vs Mitra Kukar, Tak Ada Kejutan

SOREANG, (PR).- Persib Bandung batal menerapkan formasi baru, 3-4-3, untuk menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 27 Oktober 2017. Maung Bandung tetap tampil dengan formasi standar mereka, 4-2-3-1.