Mantan Pemain Persib Sanjung Sikap Henhen Saat Diremehkan Zulham Zamrun

Unggahan Instagram Yudi Guntara terkait persitiwa Henhen Herdiana-Zulham Zamrun/INSTAGRAM

BANDUNG, (PR).- Sikap pemain PSM Makassar Zulham Zamrun yang dianggap meremehkan bek Persib Henhen Herdiana pada laga Minggu 15 Oktober 2017 malam di Stadion Andi Mattalatta, menuai banyak komentar.

Dalam pertandingan tersebut, Zulham Zamrun yang mengecoh dan lepas dai kawalan Henhen Heridana, memperlihatkan gestur yang meremehkan pemain muda tersebut.

Sikap Zulham Zamrun itu  pun mendapat tanggapan dari berbagai pihak, tak terkecuali dari mantan pemain Persib Yudi Guntara. Menurutnya, pemain sepak bola tidak hanya cukup memiliki kemampuan yang tinggi. Pemain juga harus mempunyai sikap yang baik seperti menghormati lawan.

”Pemain sepak bola tidak cukup punya skill tinggi. Pemain harus juga mempunyai attitude yang baik, saling menghormati sesama pemain, santun di lapangan,” ujar Yudi dalam akun Instagram miliknya, Senin 16 Oktober 2017.

Sebagai mantan prajurit Maung Bandung, Yudi Guntara memberikan penghormatan untuk Henhen Herdiana yang tidak terpancing emosi. Sikap tersebut, menurut Yudi Guntara merepresentasikan jati diri Pangeran Biru yang sesungguhnya. Demikian dilaporkan Prfmnews.

”Kami dari mantan Persib respect untuk Henhen yang tidak terpancing emosi, tetap tenang. Sesuai julukan sebagai sifat-sifat pangeran biru. Di dada bintang kamu Henhen ada 2, dia (zulham) tidak mempunyai bintang. Tetap semangat untuk anak-anak muda Persib, semangat untuk Henhen. Hormat kami dari para mantan Persib untuk Henhen,” katanya lagi.

Unggahan itu pun disambut berbagai komentar warganet. Pemilik akun @moelyana_drajat mengatakan, ”Kejadian kemaren ckup menggambarkan, bagaimana para pemain profesional bersikap tidak pantas untuk di lakukan ke pemain lawan . Miris.”

Warganet lainnya, @herutriatmokoputro berkomentar, ”Salut buat henhen klo urang jd henhen tendang kakinya.”

Dalam sejumlah komentar di unggahann itu, warganet juga banyak menandai akun Zulham Zamrun @zulhamzamrun_07. Beberapa di antaranya melemparkan kata-kata hujatan.

Kekuatan masif bobotoh

Terkait hal itu, tokoh bobotoh Persib Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Ekomaung menilai, bobotoh punya kekuatan mengerikan yang dapat membuat suatu persitiwa mendapat perhatian banyak pihak, khususnya di jagat maya.

Tengok saja sejumlah kasus yang belum lama ini terjadi. Hal yang teranyar adalah apa yang dirasakan oleh Wildansyah. Video saat dia menghardik bobotoh usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat menjadi viral.

”Akibat tindakan tak simpatiknya itu, maka kecewa dan kecaman langsung meluas di dunia maya. Sialnya adalah bahwa ternyata Wildansyah memiliki akun media sosial Twitter dan Instagram,” katanya.

Maka dengan mudah, semua hujatan itu di tag dan disampaikan langsung ke Wildansyah melalui akun media sosial. Suka atau tidak, Wildansyah mengetahui ucapan-ucapan itu. Masalahnya, gangguan berlangsung terus-menerus dan tentu sangat membuat tidak nyaman.

”Mereka yang tak terbiasa dan hanya siap menerima pujian serta hal baik tentu tak akan tahan. Alhasil, Wildansyah merasa perlu melakukan pemblokiran terhadap akun-akun yang berpotensi menjadi penyebab ketidaknyamanan dalam menjalani hidup termasuk akun Twitter @ekomaung yang sebenarnya belum melakukan apa-apa,” katanya.

”Terlepas dari persoalan ini, langkah Wildansyah untuk segera meminta maaf secara terbuka harus kita apresiasi karena itulah satu-satunya cara agar perisakan segera berlalu dan yang bersangkutan kembali nyaman bermedsos ria,” ujarnya melanjutkan.

Jika pemain Persibnya saja dirisak sedemikian rupa saat berbuat khilaf, dapat kita bayangkan apa yang terjadi saat bobotoh mengetahui bahwa Agus Fauzan Arifin, wasit yang memimpin pertandingan antara tuan rumah Persiba Balikpapan vs Persib beberapa waktu lalu ternyata memiliki akun Instagram.

”Terakhir saya lihat, kolom komentar di akun Instagram @fauzanarifin2 berjumlah hampir 90.000 komentar. Tentu saja, hampir semuanya adalah cacian dan hujatan dari para bobotoh yang merasa Persib dirugikan oleh kepemimpinan sang pemilik akun. Asal tahu saja, 90.000 komentar dalam akun instagram seseorang adalah jumlah yang sangat banyak dan dapat dikatakan luar biasa bahkan gila,” ucapnya.

Sebagai perbandingan, Cristiano Ronaldo saja yang pengikut akunnya berjumlah 113 juta orang tak pernah mendapat komentar hingga 30.000 dalam postingan-postingan populernya.

Bandingkan dengan Agus Fauzan yang memiliki follower tak seberapa namun mampu menuai hampir 90.000 komentar di akun Instagram-nya.

”Luar biasa? Jelas! Hanya ’The Power of Bobotoh’ yang bisa menyebabkan itu terjadi,” tuturnya.***

Baca Juga

Persib vs Mitra Kukar Kurang Menarik

BANDUNG, (PR).- Setelah menelan kekalahan menyakitkan 0-1 di markas Persela Lamongan akhir pekan lalu, bobotoh Persib yang juga peneliti hukum olahraga di Kemenkumham, Eko Noer Kristiyanto mengatakan, pertandingan melawan Mitra Kukar menja