Tak Ada Lagi Penonton Ilegal dan Pedagang di Laga Kandang Persib

kapolres bandung persib.jpg
Jaga/USEP USMAN NASRULLOH/PR
KAPOLRES Bandung M. Nazly Harahap (kiri) meninjau anggotanya memeriksa tiket penonton sebelum masuk ke Stadion Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu 24 September 2017. Pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Bhayangkara FC lebih ketat sehingga penonton yang tidak memiliki tiket gelang tidak bisa masuk.*

SOREANG, (PR).- Ada yang berbeda di Stadion Si Jalak Harupat, saat pertandingan Persib menghadapi Bhayangkara FC, pada lanjutan Liga 1, Minggu 24 September 2017.

Pengamanan di sekitar stadion kali ini lebih ketat, berbeda dibandingkan saat pertandingan sebelumnya. Para personel keamanan dari kepolisian menjaga ketat di setiap pintu masuk stadion dan beberapa area di sekitarnya. Bobotoh yang hendak masuk pun berbaris dengan tertib sehingga suasana terlihat rapi.

Bobotoh yang kerap masuk tanpa tiket dan pedagang asongan pun kali ini dibuat gigi jari. Pasalnya, mereka tidak diperkenankan masuk meski mencoba merayu petugas. Akibatnya, situasi di dalam stadion sangat tertib.

Biasanya bangku-bangku baik di tribun utara, selatan, dan VIP selalu penuh sesak. Bahkan bobotoh yang mempunyai tiket VIP kerap mengeluhkan karena mereka tidak mendapat jatah tempat duduk.

Akan tetapi, kali ini penonton yang memiliki tiket khususunya di VIP bisa bernafas lega karena mereka bisa duduk dengan tenang menikmati jalannya pertandingan. Ketiadaan pedagang asongan di dalam stadion juga membuat nyaman para penonton.

Jika pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, para pedagang asongan ini bisa bebas hilir mudik menawarkan barang dagangannya seperti air mineral dan aneka jenis makanan ringan. Kali ini hal tersebut tidak terjadi.

Kemanan di dalam stadion juga sama ketatnya seperti di luar. Petugas disiagakan tidak hanya di pinggir lapangan tetapi juga mereka menjaga setiap tribun yang ada di area Stadion Si Jalak Harupat.

Suasana tertib dan rapi mulai terlihat beberapa jam menuju sepak mula. Hal ini karena panpel Persib memang tidak menyediakan tempat penukaran tiket di areal Stadion Si Jalak Harupat. Selain itu, tampak spanduk bertagar #SAVEKejujuran dengan imbauan untuk tidak melakukan praktik-praktik suap kepada penjaga pintu. Spanduk ini dipasang panpel di tiap-tiap pintu masuk stadion.

Ketat dan rapinya penjagaan terus diupayakan oleh jajaran pihak keamanan untuk pertandingan selanjutnya. Mereka akan menindak tegas anggota yang kedapatan melakukan praktik-praktik tak terpuji di pintu masuk.

Ketatnya pengamanan di stadion ini sangat diapresiasi oleh para bobotoh karena suasana di sekitar stadion bisa terkednali dengan tertib. Mereka juga meminta supaya pengaman seperti ini tidak hanya dilakukan saat pertandingan Persib melawan Bhayangkara FC tetapi juga pada pertandingan pertandingan selanjutnya.

“Awalnya kaget ketika masuk diperiksa semuanya termasuk tas dan barang bawaan tetapi saya menerima dengan senang hati karena ini juga kan demi keamanan. Ya, mudah-mudahan pengamanan seperti ini jangan hanya saat pertandingan lawan Bhayangkara FC tetapi pada pertandingan nanti juga bisa seperti ini,” tutur Asep Sopandi, bobotoh asal Majalaya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wawan Setiawan yang merupakan bobotoh asal Jalan Cijerah, Kota Bandung. Dia menyatakan, dengan tidak adanya tiket penukaran dan pembelian di stadion, suasana menjadi lebih tertib.

”Harusnya seperti ini, karena kalau ada penukaran dan penjualan tiket di stadion suasananya paciweuh. Keamanan juga lebih ketat sehingga bobotoh yang masuk tanpa tiket bisa dicegah. Saya sangat salut untuk kinerja panpel dan keamanan,” tuturnya.***

Baca Juga

Persija vs Persib, Atep Berharap Tampil

PERSIB akan menjalani salah satu pertandingan terbesarnya di Liga 1 saat kembali berjumpa Persija, pada pekan ke-33. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat 3 November 2017 pukul 15.00 WIB.