Persib vs Bhayangkara FC Berakhir Imbang, Ini Tanggapan Kedua Pelatih

24 September Persib lawan Bhayangkara USEP3389 (1).jpg
Kecewa/USEP USMAN NASRULLOH/PR

SOREANG, (PR).- Persib Bandung untuk ketiga kalinya kembali meraih hasil seri di kandang setelah ditahan imbang Bhayangkara FC dengan skor 1-1. Laga pekan ke-26 Liga 1 2017 tersebut digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu 24 September 2017.

Meski bermain di kandang, Persib Bandung nyaris dipermalukan oleh Bhayangkara yang merupakan pemuncak klasemen sementara. Tim asuhan Simon McMenemy ini sempat unggul lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh marquee player mereka, Paulo Sergio Moreira Goncalves. 

Pangeran Biru bahkan hampir putus asa setelah beberapa kali peluang emas yang dicetak oleh Persib gagal dimanfaatkan dengan baik. Maung Bandung akhirnya bisa menyamakan kedudukan berkat gol yang dilesakkan oleh Michael Essien pada menit ke-74.

Dengan hasil draw ini, Persib pun mampu memperbaiki posisinya di klasemen sementara ke peringkat sembilan, dengan 35 poin. Hasil dari 8 kali menang, 11 imbang, dan 6 kali kalah. 

Sementara meski hanya meraih hasil satu poin, Bhayangkara masih tetap kokoh di posisi pertama dengan 53 poin. Hasil dari 17 kali menang, 2 seri, dan 7 kali kalah. 

Persib sendiri menjadi tim kedua yang mampu menahan imbang Bhayangkara. Sebelumnya Pusamania Borneo FC juga bisa mengakhiri pertandingan dengan skor 0-0, saat menjamu tim berjuluk The Guardian tersebut di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. 

Pelatih Kepala Persib, Emral Abus mengatakan, para pemainnya tampil sangat luar biasa. Meski sempat tertinggal, akhirnya bisa menyamakan kedudukan. 

"Banyak peluang tadi tetapi tidak dapat dikonversi menjadi gol. Termasuk peluang yang dicetak Essien, kalau di-direct itu bisa gol," katanya usai pertandingan. 

Emral kembali menyampaikan permohonan maafnya kepada bobotoh karena hanya bisa meraih hasi seri 1-1. Dia berharap saat Persib melakoni tur Kalimantan Timur, ketika dijamu Persiba Balikpapan dan Pusamania Borneo FC bisa meraih kemenangan. 

"Dari tiga kali hasil seri kita hehilangan enam poin. Meski hasil ini tidak realistis karena kita menargetkan menang, tetapi kita syukuri karena secara permainan kita selalu ada peningkatan si setiap pertandingan,"ucapnya. 

Absennya ujung tombak Persib

Absennya Ezechiel Aliadjim N'Douassel, diakui sangat mempengaruhi permainan. Itu karena Maitimo yang dipasang sebagai striker sejatinya adalah gelandang serang. 

"Kalau Ezechiel bisa main lagi, tentunya Maitimo bisa lebih longgar, sehingga bisa memecah konsentrasi lawan. Tidak ada yang salah pada penampilan anak-anak tadi, kita selalu membenahi apa yang kurang seperti transisi menyerang ke bertahan. Bersama tim pelatih selalu dikomunikasikan apa yang masih kurang, jika ada masalah kita cari solusinya seperti apa," ujar Emral Abus.

Disinggung mengenai tidak masuknya Tony Sucipto di daftar pemain cadangan. Emral menuturkan, hal tersebut karena keterbatasan kuota pemain yang hanya 18 pemain. Dengan masuknya Wildansyah di starting eleven, dan Supardi Nasir di daftar pemain cadangan, maka slot pemain untuk pertandingan ini pun terpenuhi. 

"Dari hasil analisis dan pantauan tim pelatih, Supardi sudah bisa main, minimal di babak kedua. Sementara Wildansyah saat bermain melawan Bali United penampilannya dinilai bagus karena bisa mematikan pergerakan Irfan Bachdim, makanya dia main sejak babak pertama,"ungkap dia.

Bhayangkara FC mengaku kecewa

Sementara itu Pelatih Kepala Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengaku kecewa dengan hasil imbamg ini. Itu karena timnya datang ke Bandung menargetkan bisa meraih kemenangan. 

"Pertandingan yang sangat sulit, kami kecewa tidak bisa menang. Persib bermain sangat bagus, meski di 25 menit pertama mereka tertekan, tetapi akhirnya bisa bangkit dan berbalik menyerang," katanya. 

Mantan pelatih Timnas Filipina tersebut menambahkan, para pemainya sudah bekerja ekstra keras, dan bahkan bisa menciptakan gol di babak pertama. Namun di 25 menit terakhir babak kedua, tempo permainan anak asuhnya justru sedikit melambat. Ini bisa dimanfaatkan oleh Persib untuk kembali menyamakan kedudukan.

"Sedikit kecewa karena setidaknya ada dua, tiga, sampai lima peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Peluang yang susah justru bisa membuahkan gol, sedangkan peluang mudah selalu gagal menjadi gol," ucapnya. 

Dia salut melihat penampilan Persib yang bermain nothing to lose, karena tentunya bermain dikandang menjadi beban dan juga tekanan besar. Apalagi pada dua pertandingan sebelumnya juga mereka hanya meraih hasil imbang di kandang.***

Baca Juga

M Natshir Akui Persib Masih Butuh Perbaikan

MERAIH hasil imbang ketika bermain di kandang sendiri, tentunya bukan sebuah kebanggan untuk seorang pemain. Karena di benak mereka, pasti menginginkan timnya bisa meraih kemenangan.

Posisi Persib Terancam!

LAMONGAN, (PR).- Gol tunggal yang dicetak oleh mantan pemain  Persib, Samsul Arif Munif pada menit ke-68, membuyarkan harapan Persib untuk bisa membawa pulang poin, setelah menyerah dari tim tuan rumah Persela Lamongam 0-1, pada  pertandin

Persib Sulit Juara di Kompetisi Satu Wilayah

LIGA 1 menjadi ajang kembali bangkitnya kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air usai Liga Super Indonesia 2014 yang menjadi penutup kompetisi setelah FIFA membekukan PSSI.