Pengumpulan Koin Bobotoh Persib untuk Bayar Sanksi PSSI Ditutup

Ilustrasi uang koin/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- SUMBANGAN koin dalam gerakan bertajuk #KoinUntukPSSI dari bobotoh Persib untuk membayar sanksi Rp 50 juta kepada PSSI sudah terkumpul. Bahkan, pengumpulan dana hingga Selasa 19 September 2017 telah melampaui target.

Kelebihan dana pun akan disalurkan kepada warga etnis Rohingya yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.

Pengurus Viking Persib Fans Club, Rudi Boseng menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme dan kepedulian dari berbagai pihak terhadap sanksi PSSI kepada Persib terkait koreografi "Save Rohingya".

Saat laga menjamu Semen Padang, Sabtu 9 September 2017, bobotoh yang berada di tribun timur Stadion Si Jalak Harupat melakukan aksi koreografi menampilkan tulisan "Save Rohingnya" sesaat sebelum pertandingan dimulai.

"‎Alhamdulillah berkat gagasan bobotoh yang dipimpin Mang Yana (Yana Umar) dan teman-teman, terkumpul koin Rp 50 juta. Nanti kami akan berkoordinasi dengan PT Persib Bandung Bermartabat tentang teknis pengirimnnya kepada PSSI," ujar Rudi Boseng, Selasa 19 September 2017.

Penggagas pengumpulan koin, Yana Umar menyampaikan, dengan tercapainya target Rp 50 juta, koin gerakan pengumpulan untuk PSSI secara resmi ditutup.

"Untuk koin dari distrik ataupun sisa yang masih ada di sini, nantinya akan kami sumbangkan untuk para pengungsi Rohingya," katanya.

Selain dalam bentuk koin, sumbangan dari masyarakat melalui Rumah Zakat sudah terkumpul Rp 62 juta lebih.

"Di Rumah Zakat ada Rp 62 juta lebih, uang koin pun masih banyak. Nantinya akan disatukan untuk disumbangkan kepada saudara kita, para pengungsi Rohingya," ujar Yana seperti dilaporkan Galamedianews.

Dalam gerakan pengumpulan koin tersebut, tidak hanya bobotoh, para pemain Persib juga ambil bagian. Deden Natshir, Imam Arief Fadillah, dan Kim Jeffrey Kurniawan, tim sepakbola selebritis Bandung FC yang digagas Airlangga Sucipto juga terlibat dalam aksi tersebut.

Langkah membayar sanksi

Sementara itu, bobotoh sekaligus peneliti hukum olah raga dan hukum tata negara Kementerian Hukum dan HAM, Eko Noer Kristiyanto menyatakan, apa yang ditunjukkan bobotoh dengan aksi #KoinUntukPSSI dengan menggalang dana untuk membayar denda PSSI sungguh layak diapresiasi. Hal ini adalah bentuk "perlawanan" yang sangat elegan dan berkelas. Bobotoh memberi isyarat bahwa mereka bertanggung jawab secara kolektif dan juga menunjukkan bahwa mereka tak ingin merugikan klub yang mereka cintai.

Satu catatan penting terkait teknis di lapangan adalah bagaimana cara penyampaian dana ini ke PSSI karena secara de jure, sesungguhnya sanksi dijatuhkan kepada Persib, bukan kepada bobotoh. Kemudian perlu dicermati juga status Persib yang kini berbadan hukum Perseroan Terbatas, apa patut menerima bentuk sumbangan seperti itu?

Walau semua paham situasinya, namun hal-hal dan prinsip mendasar terkait aliran dana dari suporter ke kas resmi klub profesional harus tetap bergerak dalam konteks yang benar. Jangan sampai ada asumsi, Persib memerlukan dukungan seperti itu untuk mampu membayar denda dari komdis PSSI.***

Baca Juga