Dua Pemain Inti tak Main saat Persib Vs Bali United, Jangan Lengah

Michael Essien dan Tony Sucipto/DOK PR

Laga Persib Vs Bali United segera berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Kamis 21 September 2017. Sebenarnya, Persib akan menjalani pertandingan yang cukup berat ketika menjamu Bali United dan Bhayangkara FC, pada lanjutan putaran kedua Kompetisi Liga 1 2017. Meskipun memiliki kesempatan yang cukup besar untuk bisa meraih poin setelah pertandingan kontra Pusmania Borneo FC diundur, Persib jangan sampai lengah.

Saat menghadapi Bali United, kemungkinan besar Maung Bandung tidak akan diperkuat oleh dua pemain intinya. Dua pemain itu, Tony Sucipto dan Michael Essien. Tentunya ini menjadi kerugian karena seperti diketahui Bali United saat ini menjadi salah satu tim solid. 

Mereka datang ke Bandung dengan rasa percaya diri karena dari enam pertandingan terakhir mereka mampu meraih lima kali kemenangan dan satu hasil seri. Terakhir tim berjuluk Serdadu Tridatu ini mengalahkan Persija di markasnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pada klasemen sementara, Bali United menempati peringkat kedua di bawah Bhayangkara FC dengan raihan 48 poin dari 15 kali menang, 3 kali seri, dan 6 kali kalah. Mereka sedang bertekad untuk menggeser posisi Bhayangkara FC di puncak klasemen sementara karena hanya terpaut satu poin.

Persib onfire

Sebaliknya, bagi Persib tampil di kandang sendiri ditambah dukungan dari bobotoh akan menjadi motivasi tambahan untuk bisa memutus rantai kemenangan Bali United. Saat putaran pertama, Pangeran Biru kalah tipis 0-1 saat dijamu Bali United di Bali.

Persib sedang onfire karena mereka sedang meniti tahap demi tahap untuk kembali bisa bersaing di papan tengah klasemen sementara, setelah terpuruk di putaran pertama. Meski tidak akan diperkuat dua pemain intinya, Atep dkk tetap bertekad untuk bisa mempertahankan belum pernah terkalahkan di kandang.

Waktu tiga hari sebelum pertandingan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengasah kemampuan para pemain, supaya saat laga nanti mereka bisa tampil optimal demi meraih poin di kandang.

Selepas Bali United, Persib akan menghadapi pemuncak klasemen sementara yaitu Bhayangakara FC yang juga sedang tampil onfire. Tim tersebut mampu memberikan kejutan di putaran kedua ini, setelah pada pertandingan terakhirnya mampu meraih kemenangan 2-1 di kandang Semen Padang.

Jaga kondisi

Jeda antara pertandingan melawan Bali United dan Bahayangkara FC cukup mepet karena hanya berselang tiga hari. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus untuk tim pelatih dalam menjaga kondisi para pemainnya.

“Di latihan kita coba naikkan intensitasnya, walau batal melakukan pertandingan uji tanding. Intensitas kita samakan ketika akan melakukan pertandingan. Banyak penguasaan bola, banyak game kecil. Hampir mirip seperti memainkan pertandingan,” tutur Asisten Pelatih Persib, Herrie Setyawan, di Lapangan Sepak Bola Lodaya, Jalan Lodaya, Sabtu, 16 September 2017.

Dia menuturkan, tim akan menjalani latihan pemantapan pada Senin ini. Sebelumnya, tim pelatih sudah melihat video hasil pertandingan antara Bali United dan Persija untuk dipelajari lebih lanjut.

“Harus ada analisis, sebagai pelatih harus tahu calon kekuatan lawan kita untuk menyusun kisi-kisi strategi dan skema yang akan diterapkan. Bali United tim bagus dari sisi kolektivitasnya juga termasuk skor dan cara bermain per individu mereka bagus. Semua pemainnya harus diwaspadai,” katanya.

Masuknya Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih, banyak memengaruhi penampilan Bali United, karena dia lebih tahu progres dari para pemainnya. Situasi yang mereka alami hampir sama seperti Persib, termasuk pencapaian progres dengan datanganya pemain asing di posisi striker.

“Sekarang datang lagi Stephano Lilipaly, setelah ada Irfan Bachdim. Ini menjadi kolaborasi yang bagus di Bali United. Termasuk di belakangnya ada beberapa pemain bagus, sehingga semuanya harus diwaspadai,” tutur pelatih yang akrab disapa Jose tersebut.***

Baca Juga

M Natshir Akui Persib Masih Butuh Perbaikan

MERAIH hasil imbang ketika bermain di kandang sendiri, tentunya bukan sebuah kebanggan untuk seorang pemain. Karena di benak mereka, pasti menginginkan timnya bisa meraih kemenangan.