Emral Abus Calon Kuat Pelatih Persib

PELATIH Persib Bandung Liga Champions Asia, Emral Abus (kedua kiri) berbincang bersama Pelatih Kepala, Djadjang Nurjaman dan Manajer Umuh Muchtar sebelum pertandingan Persib Bandung melawan Pusamania Borneo FC di Stadion H Agus Salim, Kota Padang, Sumater
Emral Abus, Djanur, dan Umuh Muchtar/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
EMRAL Abus (kedua kiri) berbincang bersama Djadjang Nurdjaman dan Manajer Umuh Muchtar sebelum pertandingan Persib Bandung melawan Pusamania Borneo FC di Stadion H Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa 6 Januari 2015. Saat itu, Emral Abus menjabat sebagai Pelatih Persib di untuk ajang Liga Champions Asia.*

BANDUNG, (PR).- Pertanyaan tentang siapa sosok yang akan menjadi pelatih Persib pengganti Djadjang Nurdjaman mulai terjawab meski belum sepenuhnya pasti.

Manajemen klub menyatakan sudah memiliki nama calon dan perbincangan di tataran para pengambil keputusan mengarah pada satu nama.

"Ini baru ancang-ancang, kemungkinan Emral Abus yang dulu pernah mendampingi kita saat di AFC," ujar Manajer Persib Umuh Muchtar dalam perbincangan yang disiarkan radio PRFM, Senin 28 Agustus 2017.

Umuh menyatakan, nama Emral Abus muncul karena pria asal Padang itu pernah mendampingi Maung Bandung. Hal itu diyakini dapat membantu proses adaptasi dengan iklim dan tradisi di lingkungan Persib.

Umuh juga menyebut, Emral Abus akan segera diperkenalkan ke hadapan publik dalam waktu dekat. "Kami akan umumkan segera pelatih baru ini. Doakan saja," ujarnya.

Emral Abus adalah salah satu instruktur pelatih sepak bola ternama di Indonesia. Banyak pelatih papan atas Indonesia yang pernah menjadi anak didiknya. Sebut saja Jafri Sastra, Indra Sjafri , Aji Santoso, Nil Maizar dan Djadjang Nurdjaman.

Selain membagi ilmu, Emral Abus juga pernah aktif sebagai pelaku langsung di dunia kepelatihan sepak bola. Dia pernah menjadi Pelatih Fisik PSPS Pekanbaru pada 2001 lalu, Pelatih Fisik PSDS Deli Serdang tahun 2003, Direktur Teknik PSPS Pekanbaru pada 2005 selama pelaksanaan Porda, serta mendampingi Persib di ajang AFC pada 2015 silam.

Saat ini, caretaker pelatih Persib Herrie Setyawan sudah tidak bisa lagi mendampingi tim karena terbentur regulasi. Dia pun tengah mengikuti kursus kepelatihan guna mendapatkan lisensi A AFC.

Ketika melawat ke markas Persipura, Senin 28 Agustus 2017, Maung Bandung ditukangi Pelatih Fisik Yaya Sunarya dan berhasil membawa pulang 1 poin.

Moral dan etika

Tidak adanya pelatih kepala berlisensi A ACF dalam waktu lama akhirnya menimbulkan masalah dan menodai kebanggaan bobotoh terhadap Maung Bandung. Tokoh Bobotoh Persib, Eko Noer Kristiyanto menilai, sejumlah kebijakan yang diterapkan operator Liga 1 membuat Maung Bandung ibarat anak emas dan hal itu menodai kebanggaan bobotoh.

”Contoh nyata adalah ketentuan tentang caretaker. Persib yang belum memiliki pelatih kepala berlisensi A AFC ditangani sementara oleh Herrie Setyawan untuk jumlah laga terbatas. Namun rupanya Herrie Setiawan mendampingi Maung Bandung melampaui jumlah ketentuan laga yang diperbolehkan. Ternyata Maung Bandung berani melakukan itu karena PT LIB sudah memberi jaminan. Memang akan selalu ada pembenaran terkait hal formal dan administrasi namun tetap tak akan menghapus cela terkait moral dan etika,” ujarnya.

”Persib adalah simbol dan kebanggaan masyarakat Priangan, yang puluhan tahun diupayakan dengan cara-cara sportif dan terhormat. Secara de facto, Persib adalah milik para pemegang saham PT PBB namun secara historis dan ikatan emosional, Persib adalah milik seluruh bobotoh. Jangan sampai gestur dan manuver kekuasaan di lingkaran otoritas sepak bola mengikis nilai Persib Bandung yang Bermartabat,” katanya.***

Baca Juga

Pelatih Baru Persib Pajangan Semata?

BANDUNG, (PR).- Tuntutan agar Persib segera memiliki pelatih berlisensi A AFC menjadi magnet bagi banyak pelatih berlisensi A untuk menawarkan diri membesut Maung Bandung.