Djanur Mundur Usai Persib Ditekuk Mitra Kukar, Drama Lagikah?

Djanur dan Raphael Maitimo/ARMIN ABDUL JABBAR/"PR"
PELATIH Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman menghampiri Raphael Maitimo saat pertandingan melawan Mitra Kukar pada ajang Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, Sabtu 15 Juli 2017. Usai laga yang berkesudahan dengan skor 1-2 untuk kemenangan tuan rumah tersebut, Djanur menyatakan mengundurkan diri sebagai pelatih Maung Bandung.*

TENGGARONG, (PR).- Kekalahan 1-2 dari tuan rumah Mitra Kukar membuat tekad Djadjang Nurdjaman untuk mundur dari kursi pelatih Persib Bandung tak terbendung lagi. Pengunduran diri pun resmi disampaikan Djanur dalam sesi jumpa pers seusai laga di Stadion Aji Imbut, Kutai Kertanegara, Sabtu 15 Juli 2017 malam.

Djanur menegaskan bahwa pengunduran dirinya sudah disampaikan langsung kepada Manajer Persib Umuh Muchtar lewat sambungan telefon. "Tadi saya langsung telefon Pak Umuh dan beliau sudah merelakan saya mundur," katanya.

Meski demikian, kata Djanur, tekadnya untuk mundur bukanlah disebabkan kekalahan dari Mitra Kukar. Soalnya sejak Sabtu siang ia sudah membulatkan tekad untuk lengser sekalipun Persib membawa tiga poin dari Tenggarong.

Menurut Djanur, ia mundur karena merasa sudah tak mampu lagi mengangkat prestasi Persib yang hingga saat ini terus berkutat di papan tengah klasemen sementara Liga 1. Belum lagi sederet hasil negatif yang dialami Maung Bandung sejauh ini.

Djanur pun menyatakan bahwa manajemen klub kali ini tidak akan menahan dia lagi. Hal itu tak lepas dari sejumlah kesalahan yang ia akui menjadi tanggung jawabnya.

Faktor paling mencolok yang diakui Djanur adalah dia tak mampu menghadirkan sosok striker yang dibutuhkan Persib musim ini. Hal itulah yang membuat produktifitas Persib sejauh ini terbilang minim dan sulit untuk meraih kemenangan tandang.

Adapun dua striker yang ia rekrut, ucap Djanur, kenyataanya belum mampu memberikan kontribusi optimal. "Striker yang ada satu bergelut dengan cedera sedangkan yang lainnya tak sesuai yang diharapkan," ujarnya.

Padahal materi tim musim ini sebenarnya sangat bagus dan bila ada striker yang mumpuni pasti akan produktif. Laga tandang ke Tenggarong menjadi bukti habisnya Maung Bandung tanpa keberadaan sosok striker.

Sang pelatih tak mau menyalahkan siapapun dan menganggap semua itu adalah tanggung jawabnya. "Mungkin ini salah perencanaan sejak awal dan masalah rekrutmen adalah tanggung jawab saya sepenuhnya sebagai pelatih," katanya.

Ketika ditanya momen mundur di saat penampilan Persib membaik meski dengan keterbatasan, dia tidak mau berkomentar banyak. Ia menilai proses dan permainan bukanlah yang utama di mata bobotoh, melainkan hasil akhir.

Oleh karena itu, dia pun mengucapkan terima kasih kepada bobotoh atas kebersamaan yang terjalin selama ini. Permintaan maaf atas hasil kurang memuaskan di awal Liga 1 2017 pun disampaikan Djanur kepada bobotoh.

Sebelumnya Djanur juga pernah menyatakan mundur. Keinginan itu muncul karena desakan keluarga yang tidak sanggup melihat beban dan tekanan yang dipikulnya. Masih segar dalam ingatan, kala itu tekanan dari bobotoh agar sang pelatih mundur begitu tinggi. Cacian yang bernada menghina kepadanya bertebaran di media sosial. Namun, permintaan mundur itu ditolak manajemen klub dan Djanur kembali menangani tim sampai laga melawan Mitra Kukar.

Sudah berjuang

Terkait rencananya setelah mundur dari Persib, dia menyatakan akan beristirahat hingga akhir musim untuk memikirkan langkah selanjutnya. Setelah itu baru ia akan memikirkan untuk kembali melatih atau menimba ilmu untuk lebih memantapkan wawasannya dalam kepelatihan.

Terkait permainan melawan Mitra Kukar, Dia mengapresiasi anak asuhnya yang sudah berjuang keras. Bahkan ia menilai pertandingan cukup berimbang dan Maung Bandung berpeluang membawa pulang satu poin jika penalti Raphael Maitimo berbuah gol.

Di sisi lain, pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra mengacungi jempol atas keberanian anak-anak Maung Bandung yang bermain terbuka. "Kedua tim sama-sama menyerang dan alhamdulillah akhirnya meraih tiga poin yang berarti untuk laga selanjutnya," ujar Jafri.

Gagalnya tendangan penalti

Meski dengan keterbatasan pemain dan kondisi kebugaran fisik yang terkuras akibat jadwal padat, Maung Bandung sebenarnya mampu memberi perlawanan sengit kepada tuan rumah Mitra Kukar. Bahkan Maung Bandung sempat membungkam suporter Naga Mekes lewat gol Billy Keraf menit ke-23.

Sapuan kepala tak sempurna yang dilakukan Saiful Ramdhani, membuat bola jatuh di kaki Raphael Maitimo. Dengan gaya khasnya, Maitimo menggiring bola dengan cepat ke sebelah kiri kotak penalti Mitra Kukar sebelum melepaskan umpan silang yang langsung disambar Billy dengan sepakan kaki kanan yang merobek jala gawang Joko Ribowo.

Kecolongan membuat tuan rumah meningkatkan intensitas serangan. Namun berkali-kali serangan mereka masih bisa diredam barisan pertahanan Maung Bandung.

Sayang, menit ke-44, Vladimir Vujovic melakukan handsball di kotak penalti sendiri. Dengan dingin, Santos pun melepaskan tendangan 12 pas menyusur tanah yang bersarang di sebelah kiri gawang I Made Wiarawan.

Memasuki babak kedua, tuan rumah tampil semakin agresif. Bayu Pradana, Anindito, Inkyun Oh dan Santos berkali-kali membahayakan gawang Made lewat tendangan jarak jauh. Namun tendangan keras mereka masih melambung di atas mistar gawang.

Akan tetapi, Persib pun bukan tanpa peluang karena beberapa kali pergerakan Supardi mampu menerobos sisi kanan pertahanan Mitra Kukar. Namun jual beli serangan itu belum merubah keadaan hingga sepuluh menit terakhir laga.

Baru pada menit ke-83, Inkyun yang bergerak dari tengah lapangan mampu menerobos barisan pertahanan Persib yang digalang Vudjovic dan Achmad Jufrianto. Sebelum dihadang I MadeWirawan, ia pun segera menceploskan bola ke sudut kanan tengah gawang Persib dan membawa Mitra Kukar Unggul 1-2.

Persib sebenarnya berpeluang menyemakan kedudukan setela Shohei didorong Abdul Gamal di kotak penalti Mitra Kukar. Sayang tendangan Maitimo dari titik putih mampu dibaca oleh Joko Ribowo yang melompat ke arah kiri gawangnya.

Bola yang memantul sempat jatuh di kaki Shohei. Namun lagi-lagi Persib tak beruntung karena tendangan keras Shohei mampu diblok bek lawan.***

Baca Juga

Mitra Kukar vs Persib, Berbalas Gol pada Babak Pertama

TENGGARONG, (PR).- Persib Bandung sementara bermain imbang melawan tuan rumah Mitra Kukar pada babak pertama lanjutan Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Sabtu 15 Juli 2017. 

berita persib hari ini

Krisis Pemain, Pelatih Persib Bingung Komposisi Penyerang

PERSIB Bandung sedang menjalani ujian terberat saat mereta menjalani pertandingan tandang ke markas Mitra Kukar, di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu 15 Juli 2017 nanti.

SPASO cetak tiga gol dalam laga uji coba melawan UNI.*

Spaso Terus Beri Kode, Persib Masih Pasif

LEWAT akun media sosialnya, striker asal Montenegro Ilija Spasojevic memperkuat sinyal keinginan untuk kembali bergabung dengan Persib Bandung.