#KlipingPR Pemalsu Tiket Persib vs Persija Disidang

Persib/DOK. PR

19 Juni 1990. Persib telah lama menjadi primadona bagi warga Jawa Barat, khususnya Bandung. Setiap pertandingannya kerap disesaki penonton yang datang dari berbagai daerah. Keterbatasan kapasitas stadion tak sebanding dengan jumlah bobotoh yang ingin menyaksikan.

Tiket atau karcis palsu pertandingan Persib adalah salah satu isu yang mengemuka sejak lama. Tentunya selain keberadaan para calo tiket itu sendiri. Pada halaman 2 Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 19 Juni 1990 diberitakan bahwa empat orang pemalsu tiket pertandingan Persib dimejahijaukan. Mereka diduga sebagai otak dari pemalsuan tiket pertandingan Persib saat berlaga di Kompetisi Divisi Utama pada Februari 1990.

Keempat terdakwa pemalsu tiket itu berinisial An alias Jendil (19), Ed alias Kadal (19), Sup (19), dan Yan (19). Ironisnya, mereka adalah karyawan PD Karya Bakti, perusahaan daerah milik Pemkot Bandung yang bertugas mencetak karcis tersebut.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Sitorus, An adalah otak di balik pemalsuan itu. Sementar tiga terdakwa lainnya bertugas yang memperbanyak karcis itu dan membubuhinya dengan stempel palsu yang seolah-olah dikeluarkan resmi dari Dispenda Kota Bandung.

Peristiwa pemalsuan tiket itu terungkap ketika akan dimulainya pertandingan Persib melawan Persija Februari 1990 di Stadion Siliwangi Bandung. Saat itu, panitia pertandingan memesan kepada PD Kaya Bakti untuk mencetak karcis tanda masuk. Terdakwa An alias Jendil, karyawan PD Karya Bakti, menyisihkan 36 tiket yang diperbanyak itu. Tiket yang disisihkan itu adalah untuk penonton di tribun utara dan selatan.

Bermodalkan 36 tiket asli itu, kemudian An dibantu tiga terdakwa lainnya memalsukan tiket itu. Mereka membuat stempel Dispenda Kodya Bandung palsu yang dibeli seharga Rp 5.000. Setiap karcis itu kemudian dibubuhi stempel palsu dan kemudian dijual untuk umum di Stadion Siliwangi saat pertandingan Persib melawan Persija. Mereka mendapat untung sebesar Rp 87.000 dari hasil penjualan itu.***

Baca Juga

Atep: Hentikan Kekerasan Antarsuporter

BANDUNG.- Kapten tim Persib Bandung, Atep mengaku prihatin dengan tindakan oknum bobotoh yang melakukan penganiayaan terhadap Ricko Andrean saat Persib menjamu Persija, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 22 Juli 2017.

#KlipingPR Mantan Pemain Persib, Sukowiyono, Wafat

KORAN Pikiran Rakyat Edisi 2 Agustus 2013 memberitakan kepergian Ketua Pengurus Provinsi PSSI Jawa Barat pada masa itu, yang juga mantan pemain Persib, Bambang Sukowiyono, tutup usia. Ia meninggal pada usia 56 tahun.