Kalahkan Persela, Persib ke Perempat Final Piala Presiden 2017 Sebagai Juara Grup C

Kim Jeffrey Kurniawan/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SELEBRASI Kim Jeffrey Kurniawan usai mencetak gol ke gawang Persela dalam laga Persib vs Persela di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 17 Februari 2017. Persib menang 2-0 berkat gol Kim dan Sergio van Dijk.*

SOREANG, (PR).- Gol Kim Jeffrey Kurniawan dan Sergio van Dijk ke gawang Persela di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 17 Februari 2017 memastikan Persib lolos ke babak perempat final Piala Presiden 2017. Di papan klasemen, Persib menjadi pemuncak dengan hasil sempurna, 9 poin dari tiga kemenangan. 

Di posisi kedua ada PSM Makassar yang merangkum 3 poin hasil dari sekali menang dan dua kali kalah. PSM Makassar unggul agregat gol dari Persela yang berada di peringkat tiga dengan 3 poin. Sementara Persiba menjadi juru kunci meski mengantongi 3 poin karena kalah agregat gol dari Persela.

Pada babak pertama, tendangan Matsunaga Shohei menit ke-40 sempat memunculkan kegembiraan semu karena golnya dianulir wasit.

Sejak sepak mula, Persib langsung memperagakan permainan agresif. Serangan yang dikreasikan Febri Hariyadi dan Matsunaga Shohei masih belum menemui sasaran.

Hingga 15 menit pertama, laga berlangsung dalam tempo tinggi. Kolaborasi Hariono dan Dedi Kusnandar mampu menguasai lapangan tengah dengan baik namun Persela mulai menemukan ritme permainannya dan masuk ke lini pertahanan Persib. Meski demikian, tidak ada ancaman serius untuk gawang I Made Wirawan.

Menit ke-40, tendangan Matsunaga Shohei menggetarkan jala gawang Persela tetapi wasit sudah terlebih dahulu meniup peluit karena Matsunaga dinilai melakukan pelanggaran saat merebut bola dari kaki Aang Suparman. Hingga jeda, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman memasukkan Atep menggantikan Matsunaga Shohei. Selain itu, Supardi juga masuk menggantikan Henhen.

Menit ke-54, Vladimir Vujovic mendapat kartu kuning karena menjegal Saddil Ramdani. Saat memotong pergerakan Saddil, Vlado mengangkat kaki terlalu tinggi. Dua menits ebelumnya, Agung Pribadi yang diberi kartu kuning karena melakukan pelanggaran kepada Gian Zola.

Menit ke-60, Zola ditarik keluar digantikan Kim Jeffrey Kurniawan untuk membangun serangan di sektor tengah bersama Dedi Kusnandar. Menit ke-65, Vladimir Vujovic yang berdiri tepat di muka gwang Persela kurang sigap saat menyambut sepak pojok sehingga bola melenceng tipis dari gawang tim tamu

Sergio van Dijk yang dikawal super ketat membuat dia kesulitan bergerak dan mendapatkan ruang tembak. Hal itu membuat dia harus sesekali turun menjemput bola guna membuyarkankonsentrasi lini pertahanan Persela.

Gol yang dinanti-nanti akhirnya tercipta menit ke-66. Umpan silang Dedi Kusnandar dari sisi kanan pertahanan Persela ditinju Kiper Choirul Hud. Bola mengarah kepada Kim Jeffrey Kurniawan yang melepaskan tendangan beraroma spekulasi. Meski demikian, bola memantul dan meluncur tanpa hambatan ke sisi kiri gawang lawan. 

Persib hampir menggandakan keunggulan menit ke-78. Tendangan bebas Sergio van Dijk dengan akurasi tinggi masih bisa ditepis Choirul Huda dan hanya menghasilkan tendagan sudut.

Gol kedua Persib lahir menit ke-86. Febri Hariyadi menunjukkan sikap dewasa dan tidak egois. Aksi individunya menghantarkan dia ke depan gawang lawan dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Chiorul Huda. Meski punya kesempatan mencetak gol, Febri lebih memilih menumpankan bola kepada Sergio van Dijk yang dengan sontekannya membuat skor menjadi 2-0. Hingga laga usai. Persela tidak mampu membalas satu gol pun.***

Baca Juga

Umuh: Kelompok Orang yang Sama yang Menghujat Persib

BANDUNG, (PR).- Setelah Persib menelan kekalahan dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, Minggu 4 Juni 2017 lalu, pemberitaan seputar Maung Bandung diramaikan dengan isu Manajer Persib Umuh Muchtar dan Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman

#KlipingPR Mengenang Lagi Pertandingan AC Milan vs Persib

4 Juni 1994. Nyaris tanpa cacat, AC Milan membuktikan kehebatannya. Dengan permainan menyerang, AC Milan membungkam Persib 8 gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno yang saat itu masih bernama Stadion Utama Senayan.