Bantuan Operasional Masih Minim, Pemda Diminta Bantu Kesejahteraan Guru PAUD

Muhadjir Effendy/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

 

NGAMPRAH, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menambah anggaran untuk bantuan operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Rp 4,1 triliun menjadi Rp 4,4 triliun pada 2019. Pemerintah daerah diminta turut serta membantu peningkatan kesejahteraan guru PAUD.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi, pemerintah secara bertahap mulai menaruh perhatian penting terhadap PAUD. Periode anak usia dini dianggap sebagai masa emas tumbuh dan kembang anak, dalam membentuk kecerdasan maupun kecakapan fisik dan psikis.

"Ya memang belum besar (alokasi bantuan operasional PAUD), tapi paling tidak ini adalah suatu langkah positif dari pemerintah yang memperhatikan keadaan PAUD, karena memang selama ini pendidikan di Indonesia tidak dimulai dari bawah, PAUD atau TK, tapi langsung SD," kata Muhadjir di Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

Menurut dia, keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama memegang peranan penting dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas. Kerja sama dan keselarasan program pendidikan yang diselenggarakan di satuan PAUD dan di keluarga, lanjut dia, akan mendukung optimasisasi perkembangan anak. 

"Dilihat dari prosedur penyelenggaraan pendidikan, (PAUD) itu masih informal. Dari segi domain, (PAUD) itu buat afektif atau penanaman nilai anak. Domain pendidikan itu ada tiga, afektif, kognitif, dan psikomotorik yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan hidup. Nah, anak-anak usia dini itu lebih ditekankan pada penanaman nilai, afektif," katanya.

Terkait dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru PAUD, Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, pemerintah pusat mengimbau kepada pemerintah daerah untuk turut memperhatikannya. 

"Kami imbau kepada pemerintah daerah untuk ikut bahu-membahu (meningkatkan kesejahteaan guru PAUD). Kami kan sudah menganggarkan bantuan operasional, untuk setiap anak itu Rp 600 ribu. Nah, kami minta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan para pendidik dan tenaga kependidikan di PAUD," tuturnya. 

Di Jayagiri tersebut, Muhadjir meresmikan Gedung The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Center for Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP). Gedung SEAMEO CECCEP itu, kata dia, menjadi pusat kajian dan pengembangan anak usia dini dan pengasuhan orangtua. 

"Di Asean itu ada organisasi yang namanya SEAMEO. Kebetulan sekarang presiden konsulnya itu Indonesia, saya sekarang menjadi presiden konsul untuk SEAMEO. Kemudian di bawah SEAMEO itu ada center-center, jumlahnya 24 center. Itu tersebar di seluruh negara anggota Asean. Kebetulan di Indonesia ada tujuh center, yang terbaru adalah center ini," terangnya.

Menurut dia, Gedung SEAMEO CECCEP di Jayagiri ditujukan untuk merespons kebijakan pemerintah yang mulai memperhatikan PAUD. SEAMEO CECCEP, kata dia, juga dapat memfasilitasi negara-negara di Asean yang masih belum menjadikan PAUD sebagai prioritas. 

"Diharapkan, apa yang dilakukan Indonesia, sebagai negara dengan penduduk terbanyak di tataran Asean, bisa menjadi pelopor untuk penyelenggaraan percepatan pembangunan anak usia dini," katanya.

Walaupun sementara ini fasilitas di Gedung SEAMEO CECCEP di Jayagiri belum sepenuhnya tersedia, dia menyebutkan, sudah ada fasilitas untuk playground dan workshop. Ke depan, di gedung tersebut bakal dioptimalkan pusat information center. 

"Kami harapkan nanti ada pusat informasi yang bisa meng-input informasi di seluruh negara di kawasan Asean, sehingga bisa di-update setiap saat dan bisa dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan. Kami harap nanti kebijakan-kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, itu berbasis data," tukasnya.***

Baca Juga

Senggolan Setang Motor, Obet Bacok Tetangga

GARA-gara hal sepele bersenggolan setang sepeda motor, Mulyana alias Obet (40) melakukan pembacokan terhadap tetangganya yang cuma berjarak tiga rumah. Dia pun harus berurusan dengan hukum, dan terancam dipenjara selama lima tahun.