Megawati Soekarnoputri Raih Gelar Doktor Honoris Causa Kedelapan di Tiongkok

Gelar honoris causa/ANTARA FOTO
MANTAN Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato' Seri Anwar Ibrahim (tengah), bersama mantan presiden Megawati Soekarnoputri (kiri), Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kanan), Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kedua kiri), dan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof.Ganefri (kanan), sebelum mengikuti Rapat Senat Terbuka, Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Dr.Honoris Causa), di kampus UNP Padang, Sumatera Barat, Senin 29 Oktober 2018.*

TIONGKOK, (PR).- Presiden kelima Megawati Soekarnoputri dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Diplomasi Ekonomi oleh Fujian Normal University, di Fuzhou, Tiongkok, Senin 5 November 2018. Gelar Honoris Causa ini merupakan gelar Doktor Kehormatan kedelapan yang diterima Megawati.

"Gelar yang saya terima ini sebetulnya merupakan sebuah pesan untuk melengkapi tugas sejarah para pendiri bangsa kita. Ini menjadi tugas sejarah yang harus kita selesaikan," kata Megawati dalam orasi ilmiahnya di Fujian Normal University.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, Megawati mengatakan bangsa Indonesia harus terus-menerus mengelaborasi gagasan-gagasan para pendiri bangsa. Selain itu melaksanakannya dalam diplomasi kebebasan ekonomi menuju tatanan dunia baru.

"Sebuah tatanan dunia baru yang menjunjung nilai dan prinsip perdamaian dalam kerangka keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia," kata Megawati.

Acara itu dihadiri Presiden Fujian Normal University Prof. Wang Changping, Ketua Dewan Fujian Normal University Li Baoyin, para guru besar, senat, dan dewan kampus.

Sementara dari pihak RI antara lain hadir Duta Besar Indonesia untuk RRT Djauhari Oratmangun, keluarga Megawati, sahabat, serta sejumlah petinggi PDI Perjuangan antara lain putra dan menantu Prananda Prabowo dan Nancy Hendriaty Shrindani, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, Anggota DPR Herman Hery, dan Hendropriyono.

Megawati Soekarnoputri mengaku merasa bangga dan terhormat menerima gelar doktor kehormatan itu. Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan itu, dia mengetahui kiprah Fujian Normal University yang merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok.

2020 Tiongkok bisa geser Amerika Serikat

Megawati mengatakan Universitas Fujian telah menunjukkan sumbangan-sumbangan pentingnya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi dan pembangunan ekonomi di Tiongkok. Sehingga membuat Tiongkok menyandang status sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat sejak 2014. 

"Bilamana pertumbuhan ekonominya tetap konsisten, diramalkan bahwa pada tahun 2020, Tiongkok akan mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar di dunia," kata Megawati.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri sudah menerima tujuh gelar doktor kehormatan. Antara lain dari Universitas Waseda Tokyo di Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation di Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University di Korea Selatan (2015); Universitas Padjadjaran Bandung (2016); Universitas Negeri Padang (2017); Mokpo National University di Korea Selatan (2017), dan Doktor Honoris Causa bidang politik pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018).***

Baca Juga

Guru Tidak Perlu Ragu, Jaksa Beri Bantuan Hukum

BANDUNG, (PR).- Kepala sekolah dan guru tak perlu ragu-ragu membuat kebijakan, khususnya yang terkait dengan anggaran. Kejaksaan Tinggi Jawa Barat lewat program Jaksa Sahabat Guru akan memberi pendampingan hukum dalam pembuatan kebijakan.