Hidupkan Wisata Kriya Plered, Tel-U dan UPI Gandeng Tiga Kampus Luar Negeri

Keramik Plered/CATUR RATNA WULANDARI/PR
SEORANG pekerja di sebuah pabrik keramik Plered sedang menjemur keramik yang selesai dicetak, Senin 20 Agustus 2018. Lewat wisata kriya di Plered, wisatawan bisa melihat dari dekat setiap tahapan dalam pembuatan keramik.*

PURWAKARTA, (PR).- Telkom University (Tel-U) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggandeng tiga kampus luar negeri untuk menghidupkan kembali industri keramik Plered, Purwakarta. Upaya itu menggunakan pendekatan teknologi dan pengembangan wisata kriya.

Fakultas Teknik Tel-U bersama-sama dengan Pusan National University (Korea) melalui program Engineering Service Community membuat alat untuk meningkatkan produksi keramik dan gerabah Plered. Sementara, Program Studi Kepariwisataan UPI menggandeng Daegu Catholic University dan Universiti Teknologi MARA Malaysia memodifikasi wisata kriya Plered. Kolaborasi ini difasilitai oleh Kantor Urusan Internasional di masing-masing kampus.

"Latar belakangnya karena industri keramik Plered terpuruk setelah adanya Tol Cipularang," kata dosen pembimbing KKN Internasional yang juga pengajar Manajemen Resort & Leisure UPI Reiza Miftah Wirakusuma di Plered, Senin 20 Agustus 2018.

Meski perajin masih berproduksi untuk melayani pemesanan juga ekspor, pesona Plered sebagai tempat wisata mulai memudar. Tingkat kunjugan wisatawan berkurang. Melalui KKN Internasional, mahasiswa Program Studi Kepariwisataan UPI yang terdiri dari Manajemen Resort dan Leisure, Manajemen Pemasaran Pariwisata, Manajemen Industri Katering bersama-sama dengan Daegu Catholic University dan Universiti Teknologi MARA Malaysia mempromosikan Plered dengan membuat paket wisata kriya Plered.

Pengembangan wisata kriya ini menggandeng UPTD Litbang Keramik Plered yang membina 205 perajin yang ada di Desa Anjun, Plered. Selama ini, kunjungan ke UPTD Litbang Keramik didominasi oleh pelajar, mulai TK hingga SMA. Di sana mereka menjajal membuat keramik. Hanya saja kegiatan itu belum dikemas sebagai paket wisata yang bisa dijual kepada wisatawan dan mendatangkan keuntungan bagi perajin.

 

Ajang berlatih aplikasi ilmu saat kuliah

Mahasiswa Manajemen Pemasaran Pariwisata Farah Diel menjelaskan, modifikasi wisata kriya ini berbekal ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah. Mahasiswa mulai memperbaiki dan menambahkan beberapa elemen yang diperlukan untuk mengembangkan Plered sebagai sebuah tujuan wisata kriya. Antara lain mendesain ulang brosur sebagai alat promosi, membuat rompi untuk para pemandu wisata, dan mengelola media sosial untuk berinteraksi dengan wisatawan. Selain itu, paket wisata kriya ini dilengkapi pula dengan peningkatan layanan untuk wisatawan.

Misalnya saja, menyediakan apron dan sandal bagi wisatawan yang menjajal membuat keramik, menyediakan makanan dan minuman khas Purwakarta, serta suvenir yang bisa dibawa pulang wisatawan. Paket wisata kriya ini juga sudah coba dikenalkan kepada masyarakat melalui familiarization trip (famtrip) yang melibatkan pelaku usaha perjalanan wisata. Semua usaha tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan ke Plered. 

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ajang untuk berlatih mengaplikasikan ilmu yang didapat selama ini. "Semua ilmu yang kita dapat di kampus jadi bisa diterapkan di sini," ujar Farah.

Dari sisi produksi, Tel-U bersama-sama dengan Pusan National University melalui program Engineering Service Community membantu perajin dengan membuat alat yang bisa mempersingkat proses pembuatan keramik. 

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tel-U Angga Rusdinar mengatakan, mahasiswa ditempatkan disebar ke beberapa lokasi untuk mengidentifikasi kendala produksi yang dihadapi perajin. Hasilnya, mahasiswa membuat alat yang bisa menjadi solusi persoalan itu. Dalam waktu 10 hari, alat tersebut sudah bisa diserahkan kepada perajin. "Ada 12 kelompok, alat yang dihasilkan berbeda-beda tiap kelompok tergantung persoalan yang dihadapinya," katanya.

Tidak hanya memberikan alat, para perajin juga diajari untuk menggunakan peralatan tersebut. Harapannya, kapasitas produksi gerabah meningkat. 

Kepala UPTD Litbang Keramik Plered Bambang Megawahyu menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap kerja sama seperti ini bisa terus dikembangkan di masa yang akan datang. "Kalau bisa kami bisa diajari Bahasa Inggris, supaya bisa berkomunikasi dengan tamu dari luar negeri," katanya. *** 

 

Baca Juga

Pembenahan Citarum Perlu Kontribusi Akademisi

BANDUNG, (PR).- Perguruan tinggi berperan mencetak sumber daya manusia dan menemukan teknologi yang berguna untuk mengelola sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan akan menjadi tantangan kemajuan Indonesia.