Beasiswa Perintis Antarkan 120 Lulusan SMA ke PTN

Beasiswa Perintis/CATUR RATNA WULANDARI/PR
PENYERAHAN secara simbolis Beasiswa Perintis di Aula Timur ITB, Jumat, 3 Agustus 2018. Beasiswa Perintis merupakan beasiswa pendidikan yang dikelola oleh Rumah Amal Salman.*

BANDUNG, (PR).- Beasiswa Perintis yang dikelola Rumah Amal Salman tahun ini mengantarkan 120 lulusan SMA yang tersebar di Jawa Barat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri. Dari angka itu, 80 orang di antaranya diterima di Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Bekerja sama dengan ITB, Rumah Amal Salman memberi beasiswa pendidikan dan biaya hidup hingga menyelesaikan pendidikan sarjana kepada 50 orang yang diterima di ITB. Manajer Rumah Amal Salman, Kamal Muzaki menjelaskan, Beasiswa Perintis telah dimulai sebelum para siswa lulus SMA.

Siswa-siswa berprestasi dari 27 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat diseleksi untuk mendapat pembekalan intensif persiapan masuk perguruan tinggi negeri.

Sekira 3.000 siswa mendaftarkan diri mengikuti program Beasiswa Perintis. Mereka mengikuti tes tertulis untuk dikerucutkan menjadi 200 orang saja. Selanjutnya, mereka menjalani tes wawancara hingga tersaring menjadi 145 orang.

"Mereka kemudian dibina melalui Learning Camp yang digelar dua kali. Pertama, selama seminggu saat libur sekolah pada Desember tahun lalu. Kemudian yang kedua pada Mei lalu," kata Kamal Muzaki ditemui dalam acara penyambutan para penerima Beasiswa Perintis di Aula Timur ITB, Jumat 3 Agustus 2018.

Learning Camp tak ubahnya seperti bimbingan belajar intensif. Banyak siswa yang tidak percaya diri mengikuti ujian masuk PTN karena tidak mengikuti bimbingan belajar yang tergolong berbiaya mahal.

Oleh karenanya, Beasiswa Perintis memberikan bimbingan persiapan secara gratis. Termasuk persiapan secara mental.

Hasilnya, dari 145 orang yang mengikuti bimbingan, 120 di antaranya diterima di PTN. Paling banyak di ITB, yaitu 80 orang. Sisanya diterima di PTN di berbagai daerah seperti Unpad, UPI, UI, ITS, dan IPB.

Dari semua yang diterima di ITB, 50 orang mendapat beasiswa penuh selama 4 tahun menyelesaikan studi.

"Setelah berbicara dengan ITB, akhirnya diberikan subsidi UKT (Uang Kuliah Tunggal). Kalau normalnya minumal membayar Rp 5 juta satu semester, mereka hanya perlu membayar Rp 1 juta. Jumlah itu kemudian ditanggung oleh Rumah Amal Salman sehingga tidak perlu lagi membayar uang kuliah," kata Kamal.

Selain itu, mereka juga akan tinggal di asrama sampai lulus. Beasiswa itu diberikan kepada mereka yang berasal dari golongan masyarakat ekonomi tidak mampu.

"Sisanya kami arahkan ke program Bidik Misi," ujar Kamal Muzaki.

Membutuhkan donatur

Untuk program ini, secara keseluruhan Rumah Amal Salman menyalurkan dana sekitar Rp 3,6 miliar. Uang itu berasal dari zakat yang berhasil dihimpun Salman.

"Tahun ini kami baru bisa membiayai 50 anak sampai lulus. Untuk itu, kami perlu dukungan lebih banyak pihak," katanya.

Skema seperti ini baru kali pertama diterapkan Beasiswa Perintis. Sebelumnya, hanya berupa pendidikan pendampingan. Namun, Kamal Muzaki belum bisa memastikan apakah tahun depan akan dilakukan lagi. Hal itu bergantung dana yang bisa terkumpul. Jika bisa menjamin hingga mahasiswa lulus akan dilanjutkan.

"Agustus-September ini kami akan lihat karena program sudah harus dimulai Oktober. Kami membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin ikut serta," tuturnya.

Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB Sandro Mihradi mengatakan, ITB telah menjalin kerja sama dengan 46 lembaga penyalur beasiswa. Beasiswa menjadi faktor penting meningkatkan pendidikan masyarakat.

"Pesan Pak Rektor, jangan sampai ada satu orang pun yang gagal kuliah di ITB karena biaya. Banyak yang akan membantu," katanya.***

Baca Juga

Mohamad Nasir Akan Evaluasi Proses Pemilihan Rektor Unpad

BANDUNG, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir akan melakukan evaluasi pada proses Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2009-2024 sebelum menggunakan hak pilihnya.  Ia ingin memastikan semua proses

Kurikulum Bahasa Sunda di Sekolah Harus Diperbaiki

BANDUNG, (PR).- Pelajaran Bahasa Sunda di sekolah dirasa sulit bagi siswa. Kurikulum Bahasa Sunda di sekolah perlu diperbaiki agar Bahasa Sunda bisa lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.